TODAY'S RECAP
Aktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat PilarAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat PilarAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat PilarAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat Pilar

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

17 Februari 2026

Cari berita

TREN INVESTASI: Investor Lari ke Emas Saat Kripto Babak Belur

Poin Penting (3)
  • Emas naik 24% dalam sebulan mencapai US$5.500 per troy ounce, perak melesat 60% melampaui US$120 per ons, didorong investor China dan ketegangan geopolitik
  • ETF emas catat aliran dana masuk, tapi US$3 miliar keluar dari ETF perak sejak Januari meski aktivitas perdagangannya tetap tinggi
  • Bitcoin jatuh ke US$83.000, aset kripto lain merosot lebih 7%, dengan US$1 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam sehari

Resolusi.co, Jakarta – Awal tahun 2026 menjadi titik balik pasar investasi global. Emas dan perak mencatatkan lonjakan harga yang mengejutkan pelaku pasar berpengalaman, sementara Bitcoin justru terpuruk.

Emas naik 24 persen hanya dalam sebulan ini, menembus level US$5.500 per troy ounce. Perak bahkan lebih ganas, melesat 60 persen hingga melampaui US$120 per ons. Ini rekor tertinggi sejak 1979.

Pada perdagangan Jumat pagi (30/1) pukul 07.03 WIB, emas masih bertengger di US$5.439,31, menguat 1,19 persen. Perak ada di US$118,08, naik 2,06 persen dari penutupan sebelumnya.

Pelarian modal ke logam mulia dipicu kekhawatiran akan melemahnya nilai tukar mata uang utama, ketegangan geopolitik yang memanas, dan isu independensi The Fed yang dipertanyakan.

Investor China menjadi pendorong utama. Premi harga emas dan perak di pasar domestik mereka jauh melampaui patokan global. Beberapa penghimpun dana perak di Tiongkok bahkan menghentikan perdagangan dan menolak investor baru karena lonjakan permintaan tidak terkendali.

Citigroup mencatat investor ritel China cenderung mengikuti tren spekulatif, mirip pelaku pasar berjangka Amerika. Bank itu memproyeksikan perak bisa mencapai US$150 per ons dalam tiga bulan.

Dana yang diperdagangkan di bursa menunjukkan dinamika berbeda. Emas mendapat aliran dana masuk melalui ETF, tapi perak justru mengalami pelarian modal. Data Bloomberg mencatat hampir 30 juta ons perak senilai lebih dari US$3 miliar keluar dari ETF sejak Januari.

Tapi aktivitas perdagangan ETF perak tetap tinggi. iShares Silver Trust mencatatkan transaksi hampir US$40 miliar dalam sehari, menyamai volume produk indeks saham utama dan melampaui saham teknologi raksasa.

Pasar opsi memperlihatkan antusiasme spekulatif yang tinggi. Volume opsi beli pada ETF emas dan perak mencapai rekor. Goldman Sachs mencatat aktivitas lindung nilai pedagang opsi turut memperkuat momentum kenaikan harga secara mekanis.

Dana lindung nilai memilih sikap berbeda. Data posisi berjangka AS menunjukkan hedge fund menaikkan taruhan bullish pada emas ke level tertinggi empat bulan, tapi posisi spekulatif perak turun ke titik terendah hampir dua tahun. Reli perak lebih didorong investor ritel dan permintaan Asia.

Sejumlah indikator teknis mulai menyala merah. Indeks kekuatan relatif emas dan perak sudah masuk wilayah jenuh beli. Kamis kemarin, emas merosot 5,7 persen, penurunan terbesar sejak Oktober. Perak anjlok 8,4 persen.

Reli logam mulia bergerak berlawanan arah dengan kripto.

Bitcoin jatuh ke bawah US$85.000 untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Aset kripto paling populer itu merosot 6,8 persen ke level US$83.240. Pagi ini Bitcoin ada di US$84.505,7, sedikit membaik dengan kenaikan 0,15 persen.

Aset kripto lain lebih parah. Ether, Dogecoin, Cardano, dan Solana masing-masing melemah lebih dari 7 persen. Data Coinglass mencatat lebih dari US$1 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menegaskan karakter kripto sebagai aset berisiko yang sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas global. Level US$80.000 kini jadi area penopang penting bagi pergerakan Bitcoin selanjutnya.