BI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik Modern

- Sebanyak 35 delegasi Bank Indonesia Institute mengikuti studi lapangan di Rumah Tani Gentungan untuk meningkatkan kompetensi pengembangan UMKM berbasis digital, ekspor, dan ramah lingkungan
- Peserta mempelajari sistem pertanian modern terintegrasi, mulai dari minapadi, hidroponik, hingga produksi pupuk organik mandiri
- AB2TI Karanganyar menekankan manajemen klaster sebagai kunci kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi petani
, KARANGANYAR – Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus kunjungan 35 delegasi Bank Indonesia Institute ke Rumah Tani Desa Gentungan, Jumat (13/2). Delegasi yang berasal dari kantor pusat hingga seluruh kantor perwakilan se-Indonesia ini melakukan studi lapangan dalam rangkaian In-House Training Pengembangan UMKM bertajuk “Studi Lapangan: UMKM Go Digital, Go Export”.
Kegiatan diawali dengan eksplorasi kawasan Rumah Tani. Para peserta meninjau langsung beragam koleksi tanaman pangan, hortikultura, serta buah-buahan unggulan. Fasilitas greenhouse, sistem budidaya hidroponik, hingga proses pembuatan arang sekam turut diperlihatkan sebagai bagian dari praktik pertanian modern yang terintegrasi.
Rombongan kemudian bergerak ke area persawahan organik. Di lokasi ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai sistem budidaya minapadi yang mengintegrasikan penanaman padi dengan budidaya ikan. Pemanfaatan tanaman azolla sebagai alternatif pakan ikan serta penerapan teknologi mikrohidro menjadi contoh konkret penerapan prinsip efisiensi dan keberlanjutan dalam ekosistem pertanian.
Kunjungan berlanjut ke unit produksi dan gudang pupuk organik. Delegasi mempelajari proses pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik bermutu tinggi secara mandiri, termasuk standar penyimpanan yang sesuai agar kualitas tetap terjaga. Praktik tersebut menunjukkan upaya membangun kemandirian input produksi di tingkat petani.
Pendalaman materi kemudian dilakukan di aula Rumah Tani. Manajer AB2TI Karanganyar, Antonius Suratno, memaparkan manajemen klaster yang menjadi fondasi keberhasilan organisasi. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola internal, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga strategi pemasaran komoditas yang kompetitif.
“Kunci dari kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani adalah manajemen klaster yang mandiri dan berdikari. Melalui apa yang kami jalankan di AB2TI Karanganyar ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem yang terintegrasi adalah solusi nyata bagi UMKM dan pertanian,” ujar Antonius.
Sebagai penutup, Founder Rumah Tani sekaligus Ketua Kelompok Tani Mulya 1, Hasim Ashari, menyampaikan harapannya kepada para delegasi yang didominasi generasi muda. Ia berharap pengalaman lapangan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi menjadi inspirasi untuk penguatan klaster binaan di berbagai daerah.
“Semoga semangat kemandirian ini bisa mereka bawa pulang dan diadopsi untuk membantu klaster-klaster binaan di daerah masing-masing, agar sektor pertanian kita terus bergenerasi dan makin modern,” kata Hasim.
Studi lapangan ini diharapkan memperkuat kompetensi peserta dalam pengembangan UMKM berbasis digital, ekspor, dan prinsip ramah lingkungan. Model manajemen organisasi serta sistem pertanian berkelanjutan yang dipelajari di Desa Gentungan diharapkan dapat diadaptasi guna memperkuat peran institusi serta mendorong kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: