TODAY'S RECAP
Belajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah Kontroversi

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

18 Februari 2026
TODAY'S RECAP
Belajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah Hompimpa BI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik Modern BGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu Berbuka Terbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di Ciputat Di Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa Timur Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah Chip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang Terbesarnya Ramadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada Syaratnya Belajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah Hompimpa BI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik Modern BGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu Berbuka Terbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di Ciputat Di Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa Timur Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah Chip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang Terbesarnya Ramadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada Syaratnya

Cari berita

BI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik Modern

Poin Penting (3)
  • Sebanyak 35 delegasi Bank Indonesia Institute mengikuti studi lapangan di Rumah Tani Gentungan untuk meningkatkan kompetensi pengembangan UMKM berbasis digital, ekspor, dan ramah lingkungan
  • Peserta mempelajari sistem pertanian modern terintegrasi, mulai dari minapadi, hidroponik, hingga produksi pupuk organik mandiri
  • AB2TI Karanganyar menekankan manajemen klaster sebagai kunci kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi petani

Resolusi.co, KARANGANYAR – Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus kunjungan 35 delegasi Bank Indonesia Institute ke Rumah Tani Desa Gentungan, Jumat (13/2). Delegasi yang berasal dari kantor pusat hingga seluruh kantor perwakilan se-Indonesia ini melakukan studi lapangan dalam rangkaian In-House Training Pengembangan UMKM bertajuk “Studi Lapangan: UMKM Go Digital, Go Export”.

Kegiatan diawali dengan eksplorasi kawasan Rumah Tani. Para peserta meninjau langsung beragam koleksi tanaman pangan, hortikultura, serta buah-buahan unggulan. Fasilitas greenhouse, sistem budidaya hidroponik, hingga proses pembuatan arang sekam turut diperlihatkan sebagai bagian dari praktik pertanian modern yang terintegrasi.

Rombongan kemudian bergerak ke area persawahan organik. Di lokasi ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai sistem budidaya minapadi yang mengintegrasikan penanaman padi dengan budidaya ikan. Pemanfaatan tanaman azolla sebagai alternatif pakan ikan serta penerapan teknologi mikrohidro menjadi contoh konkret penerapan prinsip efisiensi dan keberlanjutan dalam ekosistem pertanian.

Kunjungan berlanjut ke unit produksi dan gudang pupuk organik. Delegasi mempelajari proses pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik bermutu tinggi secara mandiri, termasuk standar penyimpanan yang sesuai agar kualitas tetap terjaga. Praktik tersebut menunjukkan upaya membangun kemandirian input produksi di tingkat petani.

Pendalaman materi kemudian dilakukan di aula Rumah Tani. Manajer AB2TI Karanganyar, Antonius Suratno, memaparkan manajemen klaster yang menjadi fondasi keberhasilan organisasi. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola internal, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga strategi pemasaran komoditas yang kompetitif.

“Kunci dari kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani adalah manajemen klaster yang mandiri dan berdikari. Melalui apa yang kami jalankan di AB2TI Karanganyar ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem yang terintegrasi adalah solusi nyata bagi UMKM dan pertanian,” ujar Antonius.

Sebagai penutup, Founder Rumah Tani sekaligus Ketua Kelompok Tani Mulya 1, Hasim Ashari, menyampaikan harapannya kepada para delegasi yang didominasi generasi muda. Ia berharap pengalaman lapangan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial, tetapi menjadi inspirasi untuk penguatan klaster binaan di berbagai daerah.

“Semoga semangat kemandirian ini bisa mereka bawa pulang dan diadopsi untuk membantu klaster-klaster binaan di daerah masing-masing, agar sektor pertanian kita terus bergenerasi dan makin modern,” kata Hasim.

Studi lapangan ini diharapkan memperkuat kompetensi peserta dalam pengembangan UMKM berbasis digital, ekspor, dan prinsip ramah lingkungan. Model manajemen organisasi serta sistem pertanian berkelanjutan yang dipelajari di Desa Gentungan diharapkan dapat diadaptasi guna memperkuat peran institusi serta mendorong kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.