Salju Ekstrem di Jepang Buat Ribuan Traveler Tak Bisa Pulang, Menginap di Bandara

- Cuaca musim dingin ekstrem di Hokkaido menyebabkan salju rekord dan gangguan transportasi besar.
- Sekitar ribuan penumpang terpaksa tidur di terminal Bandara New Chitose karena pembatalan penerbangan dan kereta.
- Otoritas membuka area terminal dan terus berupaya pulihkan layanan sambil memperingatkan risiko cuaca.
, Jakarta — Cuaca musim dingin ekstrem di Jepang bagian utara mengakibatkan gangguan luas pada transportasi, memaksa ribuan orang menghabiskan malam di Bandara New Chitose, Hokkaido.
Hujan salju lebat yang mencatatkan angka tertinggi dalam beberapa dekade mengguyur wilayah tersebut hingga memecah rekor curah salju pada akhir pekan. Akibatnya, sejumlah besar layanan angkutan umum tak beroperasi normal.
Bandara New Chitose, salah satu hub penting di utara Jepang, berubah menjadi tempat tinggal sementara ketika transportasi darat dan udara lumpuh karena kondisi cuaca.
Otoritas bandara membuka terminal kepada para penumpang yang tak bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat atau kereta api. Banyak dari mereka tidur di ruang tunggu karena tidak ada pilihan lain.
Seorang penumpang yang sedang terdampar di terminal menggambarkan suasana yang penuh sesak dan penuh tantangan karena fasilitas sangat terbatas.
Ratusan penerbangan ke dan dari bandara itu dibatalkan sementara layanan kereta api di wilayah Hokkaido juga mengalami penangguhan besar-besaran.
Menurut data badan meteorologi setempat, curah salju di Sapporo mencapai level tertinggi sejak catatan dimulai, memperparah situasi di daratan dan jalur transportasi utama.
Pihak berwenang terus memantau kondisi dan berupaya mengembalikan jaringan transportasi secepat mungkin, seraya memperingatkan publik agar tetap waspada terhadap cuaca buruk yang masih berlanjut.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: