TODAY'S RECAP
Keberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanBansos PKH Triwulan III Sudah Cair ke 7 Juta KPM, Sembako ke 12 Juta KPMSehari Dibuka, War Tiket Upacara HUT RI Diserbu Lebih dari 128 Ribu PendaftarKemenag Rilis 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk MadrasahMengenal A. Fahrur Rozi, Kuasa Hukum Asal Sumenep di Balik Putusan MK soal MBGTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanBansos PKH Triwulan III Sudah Cair ke 7 Juta KPM, Sembako ke 12 Juta KPMSehari Dibuka, War Tiket Upacara HUT RI Diserbu Lebih dari 128 Ribu PendaftarKemenag Rilis 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk MadrasahMengenal A. Fahrur Rozi, Kuasa Hukum Asal Sumenep di Balik Putusan MK soal MBGTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanBansos PKH Triwulan III Sudah Cair ke 7 Juta KPM, Sembako ke 12 Juta KPMSehari Dibuka, War Tiket Upacara HUT RI Diserbu Lebih dari 128 Ribu PendaftarKemenag Rilis 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk MadrasahMengenal A. Fahrur Rozi, Kuasa Hukum Asal Sumenep di Balik Putusan MK soal MBGTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikKeberanian Dasco dan Janji 15 DesemberGMPK DKI Kritik Tajam Budi Arie Soal Percepatan Politik.Aliansi BEM Persatuan Indonesia Tolak Aksi Anarkis pada Demonstrasi 27 Agustus.Diskusi Buku “Masalembu”: Menggugat Stereotip KepulauanDukung Program Bedah Rumah Penerima MBG, Chusni Mubarok Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat dan DaerahGMPN Demo di Bea Cukai dan KPK, Desak Pengusutan Mafia Rokok Ilegal di Sumenep.Bung AIR Apresiasi DPR dan Pemerintah Finalisasi Penataan Status Guru PPPK.Mendorong Kepemimpinan Perempuan Muda, DPP GMPK Kawal Indonesia Emas 2045DPD GMPK DKI Apresiasi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Bung AIR: Hadirkan Wajah IndonesiaPengurus Forum TBM Sumenep Periode 2026-2031 Resmi DilantikBPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.Klaster Pabrik China Berencana Direlokasi ke Kawasan Industri Madura, BangkalanBansos PKH Triwulan III Sudah Cair ke 7 Juta KPM, Sembako ke 12 Juta KPMSehari Dibuka, War Tiket Upacara HUT RI Diserbu Lebih dari 128 Ribu PendaftarKemenag Rilis 90 Buku Digital PAI dan Bahasa Arab untuk MadrasahMengenal A. Fahrur Rozi, Kuasa Hukum Asal Sumenep di Balik Putusan MK soal MBGTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika Kritik

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

31 Agustus 2026

Cari berita

Ketimpangan Infrastruktur Pulau sebagai Bentuk Ketidakadilan Pembangunan

Poin Penting (3)
  • Pulau Giliraja, Sumenep, masih menghadapi ketertinggalan infrastruktur dasar, mulai dari listrik yang bergantung pada PLTD, jalan antar dusun yang rusak, keterbatasan jaringan komunikasi dan internet, hingga minimnya fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ruang publik.
  • Aliansi Mahasiswa Giliraja (AMG) menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan pembangunan wilayah kepulauan, akibat lemahnya perencanaan yang partisipatif, minimnya transparansi, serta lambannya respons pemerintah terhadap persoalan infrastruktur publik.
  • AMG mendorong perbaikan tata kelola dan kebijakan afirmatif bagi wilayah kepulauan, dengan tuntutan stabilisasi listrik, percepatan perbaikan jalan, pemerataan jaringan komunikasi, peningkatan fasilitas sosial, serta pelibatan aktif masyarakat dan pemuda dalam perencanaan pembangunan desa.

Resolusi.co, Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat. Namun, dalam konteks wilayah kepulauan, pembangunan infrastruktur sering kali menghadapi tantangan struktural yang menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wilayah daratan dan pulau-pulau kecil. Kondisi ini juga terjadi di Pulau Giliraja, Kabupaten Sumenep, yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dasar.

Aliansi Mahasiswa Giliraja (AMG) menyoroti kondisi infrastruktur di empat desa yang berada di Pulau Giliraja, yang dinilai belum mengalami peningkatan signifikan. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan pasokan listrik akibat ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), kondisi jalan antar dusun yang rusak dan sulit dilalui, belum meratanya jaringan komunikasi dan internet, serta minimnya fasilitas sosial seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan ruang publik. Keterbatasan tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas ekonomi, akses layanan sosial, serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Dalam perspektif pembangunan, infrastruktur tidak dapat dipahami semata sebagai sarana fisik, melainkan sebagai prasyarat fundamental bagi keberlangsungan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Ketidakstabilan listrik, misalnya, tidak hanya menghambat kegiatan rumah tangga, tetapi juga berdampak pada layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, serta usaha ekonomi masyarakat. Demikian pula, kerusakan jalan dan keterbatasan jaringan komunikasi mempersempit akses informasi, distribusi barang, dan mobilitas sosial warga pulau.

AMG menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di Pulau Giliraja mencerminkan adanya ketimpangan dalam pelaksanaan pembangunan desa. Pembangunan yang seharusnya berorientasi pada prinsip keadilan dan pemerataan justru masih menunjukkan kecenderungan terpusat dan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat kepulauan. Dalam konteks ini, masyarakat Giliraja kerap diposisikan sebagai pihak yang harus menyesuaikan diri dengan keterbatasan, alih-alih menjadi subjek utama pembangunan.

Lebih lanjut, AMG menilai bahwa lemahnya transparansi perencanaan pembangunan, minimnya pelibatan masyarakat, serta lambannya respons pemerintah terhadap gangguan listrik dan kerusakan fasilitas publik menjadi indikator adanya persoalan tata kelola pembangunan. Padahal, partisipasi masyarakat dan pemuda lokal dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Ketimpangan infrastruktur di Pulau Giliraja juga dapat dipahami sebagai bentuk ketidakmerataan distribusi sumber daya pembangunan. Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, wilayah kepulauan seharusnya memperoleh perhatian khusus mengingat keterbatasan geografis dan aksesibilitas yang dimiliki. Tanpa kebijakan afirmatif dan perencanaan yang berbasis kebutuhan lokal, wilayah kepulauan berpotensi terus berada dalam kondisi marginal dan tertinggal.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Aliansi Mahasiswa Giliraja menyampaikan sejumlah tuntutan yang mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat pulau. Tuntutan tersebut meliputi perbaikan dan peningkatan kapasitas PLTD agar pasokan listrik dapat beroperasi secara stabil selama 12 hingga 24 jam, percepatan perbaikan jalan antar dusun untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi, pemerataan jaringan komunikasi dan internet, serta peningkatan fasilitas sosial seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan ruang publik. Selain itu, AMG menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda dalam proses perencanaan pembangunan desa.

Upaya advokasi yang dilakukan AMG tidak dimaknai sebagai sikap konfrontatif terhadap pemerintah, melainkan sebagai bentuk partisipasi kritis dalam mendorong pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Dalam kerangka demokrasi dan pembangunan partisipatif, kritik dan tuntutan masyarakat sipil justru menjadi instrumen penting dalam memperbaiki kualitas kebijakan publik.

Dengan demikian, permasalahan infrastruktur di Pulau Giliraja tidak hanya relevan dipahami sebagai persoalan teknis pembangunan, tetapi juga sebagai isu keadilan sosial dan tata kelola pemerintahan. Studi mengenai kondisi ini menjadi penting untuk mengkaji sejauh mana prinsip pemerataan, partisipasi, dan keadilan telah diimplementasikan dalam pembangunan desa, khususnya di wilayah kepulauan. Harapannya, pembangunan infrastruktur di Pulau Giliraja dapat diarahkan pada upaya yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan, sehingga masyarakat pulau memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Disclaimer: Artikel ini sepenuhnya tanggung jawab penulis. Redaksi hanya fasilitator publikasi. Kirim Tulisan Anda →