TODAY'S RECAP
Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanKasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanKasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanKasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPULebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPU Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRIN Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku Kabur WFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI “Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman Bupati Sumenep Teken MoU dengan PLN untuk Elektrifikasi Dua Pulau, Tingkat Elektrifikasi Kabupaten Baru 72,12 Persen Oknum Lora di Pamekasan Resmi Tersangka Kekerasan Seksual, Polisi: Kasus Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Luar Pengadilan Prabowo Targetkan PLTS 100 GW Selesai dalam Dua Tahun Kasasi Ditolak MA, Nikita Mirzani Tetap Divonis 6 Tahun Penjara Kasus TPPU Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRIN Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku Kabur WFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI “Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman Bupati Sumenep Teken MoU dengan PLN untuk Elektrifikasi Dua Pulau, Tingkat Elektrifikasi Kabupaten Baru 72,12 Persen Oknum Lora di Pamekasan Resmi Tersangka Kekerasan Seksual, Polisi: Kasus Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Luar Pengadilan Prabowo Targetkan PLTS 100 GW Selesai dalam Dua Tahun

Cari berita

Kepentingan, Persatuan, dan Pecahnya Kita

Resolusi.co, Kita terlalu sering disatukan oleh kepentingan dan terlalu mudah dipisahkan oleh kepentingan lain. Rasanya seperti saat aku melihat tetangga di gang berkumpul membantu korban banjir. Semua bekerja sama, bahu membahu. Tapi beberapa minggu kemudian, ketika urusan kecil muncul, perdebatan tentang pembagian bantuan atau siapa yang memimpin, orang-orang mulai saling menjaga jarak. Persatuan yang tadinya hangat itu mendadak rapuh

Kepentingan memang punya cara aneh untuk mengikat manusia. Ia bisa membuat orang yang berbeda latar belakang duduk bersama, tersenyum, bahkan mengangkat tangan bersama-sama demi satu tujuan. Tapi begitu kepentingan itu hilang atau digantikan kepentingan lain, semua ikatan itu menjadi rapuh. Kita terpecah bukan karena kita berbeda, tapi karena kepentingan menuntun kita ke arah yang berbeda

Aku juga sering melihatnya dalam lingkaran teman-teman. Ada saat-saat kita berkumpul, tertawa, membicarakan mimpi-mimpi kecil. Tapi begitu ada urusan pekerjaan, ambisi, atau kesempatan yang menarik perhatian seseorang, jarak mulai terasa. Tidak ada yang bersalah, tapi kepentingan itu seperti magnet yang menarik kita ke arah berbeda

Ironisnya, kita sering lupa bahwa kepentingan itu sementara. Ia datang, ia pergi. Kita terlalu sibuk menyesuaikan diri sampai lupa bertanya, apa yang lebih abadi dari semua ini. Persatuan yang lahir hanya dari kepentingan semu selalu rapuh. Tapi persatuan yang dilandasi rasa saling menghargai, kemanusiaan, dan nilai yang kita pegang bersama mampu bertahan ketika kepentingan mulai berbeda

Aku belajar melihat kepentingan sebagai penanda. Ia bukan musuh, ia hanya menunjukkan bahwa manusia punya dorongan, keinginan, dan tujuan. Tapi jangan sampai kepentingan itu membuat kita melupakan hal-hal yang lebih penting, nilai, hati, dan ikatan manusiawi. Persatuan bukan cuma tentang tujuan yang sama, tapi tentang kemampuan untuk tetap bersama meski kepentingan berbeda

Kadang kita harus jujur pada diri sendiri. Kita bilang bersatu, tapi persatuan itu sering topeng untuk kepentingan tertentu. Kita merasa bersama karena ada tujuan praktis, bukan karena ikatan yang tulus. Dan begitu tujuan itu hilang, retakan muncul, pertikaian lahir, dan kita menyalahkan perbedaan. Padahal akar masalahnya bukan perbedaan itu, tapi kepentingan yang menggerakkan kita

Persatuan sejati bukan berarti menghapus kepentingan pribadi atau kelompok. Persatuan itu belajar menempatkan kepentingan pada tempatnya, hidup berdampingan dengan perbedaan, sambil tetap menjaga nilai yang lebih besar. Kepentingan boleh ada, tapi jangan sampai memecah kita

Aku teringat melihat keluarga yang sering bertengkar soal hal sepele, uang, waktu, atau pekerjaan rumah, tapi tetap duduk bersama di meja makan. Mereka tahu, perbedaan dan kepentingan itu ada, tapi cinta dan rasa saling menghargai lebih penting daripada kemenangan satu pihak. Dari situ aku belajar, persatuan bukan soal menang atau kalah, tapi soal tetap bersama meski banyak hal mencoba memisahkan

Kita hidup di dunia yang sering mempertemukan kita dengan kepentingan dan sering memisahkan kita karena kepentingan lain. Jalan satu-satunya adalah belajar menyatukan hati dan pikiran di luar kepentingan sesaat, menemukan hal yang lebih abadi yang bisa menjadi perekat kita. Hanya begitu persatuan tak lagi rapuh dan perpecahan tak lagi takdir

Bersatu dan terpecah adalah bagian dari pengalaman manusia. Tapi kalau kita mampu menempatkan kepentingan pada tempatnya, menautkan diri pada nilai yang lebih besar, kita akan menemukan persatuan yang bukan hanya sementara. Persatuan yang bertahan bukan karena kepentingan, tapi karena kita memilih tetap bersama, meski dunia menawarkan banyak kepentingan yang ingin memisahkan

Disclaimer: Artikel ini sepenuhnya tanggung jawab penulis. Redaksi hanya fasilitator publikasi. Kirim Tulisan Anda →