TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 Juni 2026
TODAY'S RECAP
Dasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini Alasannya Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk Outlook Setelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGN DPRD Kabupaten Malang Minta Kajian Lengkap Soal Wacana Pemindahan Alun-Alun ke Selatan Stadion Kanjuruhan Malam Arafah Tiba Malam Ini, Ini yang Perlu Dilakukan Umat Islam yang Tidak Berhaji Jemaah Haji Bergerak ke Arafah Hari Ini, Arab Saudi Ingatkan Suhu Bisa Sampai 47 Derajat Wakil Kepala BGN Turun Gunung ke Mabes Polri: Penipuan Dapur MBG Sudah Kelewatan Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak Terganggu Dasco Bilang Nanik Pilihan Tepat Pimpin BGN, Ini Alasannya Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk Outlook Setelah 1,5 Tahun Dimonitor, Dadan Hindayana Akhirnya Dicopot dari Kursi Kepala BGN DPRD Kabupaten Malang Minta Kajian Lengkap Soal Wacana Pemindahan Alun-Alun ke Selatan Stadion Kanjuruhan Malam Arafah Tiba Malam Ini, Ini yang Perlu Dilakukan Umat Islam yang Tidak Berhaji Jemaah Haji Bergerak ke Arafah Hari Ini, Arab Saudi Ingatkan Suhu Bisa Sampai 47 Derajat Wakil Kepala BGN Turun Gunung ke Mabes Polri: Penipuan Dapur MBG Sudah Kelewatan Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp 67 Triliun, BGN Pastikan Operasional Dapur dan Penerima Manfaat Tak Terganggu

Cari berita

Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen Tahunan, Pelemahan Rupiah dan Ancaman El Niño Godzilla Perburuk Outlook

Poin Penting (3)
  • BPS mencatat inflasi tahunan Mei 2026 sebesar 3,08 persen, hampir dua kali lipat dari Mei tahun lalu, didorong oleh kenaikan Indeks Harga Impor yang mencapai 9,97 persen akibat pelemahan rupiah dan tekanan geopolitik Timur Tengah.
  • Analis Permata Bank memperingatkan risiko inflasi berlapis dari harga minyak global, kebijakan fiskal ekspansif, dan program MBG yang memperkuat permintaan pangan tanpa jaminan pasokan yang cukup.
  • Kemungkinan munculnya El Niño "Godzilla" disebut sebagai ancaman tambahan yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu produksi pertanian dan mendorong harga pangan naik lebih jauh dari sisi pasokan.

Resolusi.co, Jakarta – Angka inflasi Indonesia pada Mei 2026 bergerak lebih cepat dari yang banyak diantisipasi. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan sebesar 0,28 persen, dengan inflasi tahunan yang melompat ke 3,08 persen. Angka itu jauh melampaui inflasi Mei tahun lalu yang hanya 1,6 persen, dan naik signifikan dari 2,42 persen pada bulan sebelumnya.

Di balik lonjakan itu ada tekanan dari sisi impor. Indeks Harga Impor umum naik 9,97 persen, dari 111,31 pada kuartal pertama 2025 menjadi 122,41. Kelompok nonmigas bahkan mencatat kenaikan lebih tajam, mencapai 12,61 persen. Lima komoditas impor dengan inflasi tahunan tertinggi adalah logam mulia, emas, dan perhiasan yang melonjak 80,72 persen, garam 56,10 persen, instrumen optik dan medis 29,73 persen, perabotan dan lampu 28,25 persen, serta daging hewan 27,45 persen.

Pelemahan nilai tukar rupiah disebut sebagai pemicu utama kenaikan harga barang-barang impor itu. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda memperparah tekanan pada mata uang.

“Perkembangan tersebut dapat melemahkan stabilitas rupiah, meningkatkan risiko inflasi impor,” kata Head of Macroeconomics and Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, Rabu (3/6/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa harga minyak global yang lebih tinggi berpotensi membengkakkan beban subsidi energi pemerintah. Jika fiskal terganggu, inflasi pada harga yang diatur pemerintah bisa ikut terkerek. Satu sinyal yang perlu dicermati adalah inflasi sisi penawaran yang sudah melampaui inflasi sisi permintaan, artinya produsen mulai menanggung beban biaya input yang semakin berat dan tekanan itu tinggal menunggu waktu sebelum diteruskan ke konsumen.

Di dalam negeri, kebijakan fiskal yang ekspansif dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan uang beredar dan mempertebal tekanan inflasi. Program MBG yang terus berjalan juga disebut sebagai faktor yang bisa memperkuat permintaan pangan dalam skala besar, dan jika sisi produksi serta rantai pasokan tidak ikut diperkuat, harga pangan bergejolak menjadi risiko yang nyata.

Satu ancaman yang disebut Faisal perlu dipantau cermat adalah kemungkinan munculnya El Niño bertipe “Godzilla”, fenomena pemanasan Samudra Pasifik yang lebih ekstrem dari biasanya. Jika terjadi, dampaknya pada produksi pertanian bisa memukul harga pangan dari sisi pasokan.

Meski begitu, ada satu faktor penyeimbang. Kesenjangan output Indonesia masih negatif, artinya kapasitas produksi nasional belum sepenuhnya terpakai dan permintaan agregat masih relatif lemah. Kondisi itu bisa sedikit menahan laju inflasi yang bersumber dari sisi permintaan.