Mantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di Kobe

- Aki Mochizuki (50), mantan istri warga Jepang Yutaka Nishiguchi, ditangkap polisi Prefektur Hyogo setelah jenazah suaminya ditemukan dalam freezer di apartemen Kobe pada 20 Juni 2026, sekitar 14 tahun setelah korban diduga meninggal sekitar Desember 2011.
- Jenazah korban dipotong menjadi dua bagian dan disimpan dalam kantong terpisah di dalam freezer, kasus terungkap setelah pelaku berhenti membayar tagihan listrik pada 2025 sehingga freezer mati dan jenazah mulai membusuk.
- Mochizuki mengaku menyembunyikan jenazah dan mengisyaratkan keterlibatannya dalam kematian korban, namun polisi belum menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan karena penyebab kematian masih dalam penyelidikan.
, Jepang – Sebuah kasus pembunuhan yang terpendam lebih dari satu dekade terungkap di Kobe, Jepang, ketika polisi menemukan jenazah seorang pria tersimpan di dalam freezer di sebuah apartemen yang sudah lama ditinggalkan penghuninya.
Korban diidentifikasi sebagai Yutaka Nishiguchi, 42 tahun, yang diduga meninggal sekitar Desember 2011. Thi the ditemukan pada 20 Juni 2026 di unit apartemen di distrik Chuo, Kobe, tempat ia pernah tinggal bersama istrinya. Kondisi jenazah memperlihatkan tubuh korban telah dipotong menjadi dua bagian, masing-masing dimasukkan ke dalam kantong terpisah sebelum disimpan dalam freezer berukuran 87 x 94 x 53 sentimeter.
Tiga hari setelah penemuan itu, polisi Prefektur Hyogo menangkap Aki Mochizuki, 50 tahun, mantan istri korban. Ia dijerat dengan tuduhan menyembunyikan jenazah.
Yang membuat kasus ini luar biasa bukan hanya soal lamanya penyembunyian. Mochizuki tercatat telah pindah ke apartemen lain di Kobe, berjarak sekitar 10 menit berkendara dari lokasi, namun tetap mempertahankan kontrak sewa unit lama itu selama lebih dari 14 tahun. Pembayaran dilakukan rutin melalui transfer bank.
Tagihan listrik berhenti dibayar pada 2025. Aliran listrik pun terputus, freezer mati, dan jenazah mulai membusuk. Baunya kemudian menarik perhatian orang-orang di sekitar gedung, dan dari situlah segalanya terbongkar.
Dalam pemeriksaan awal, Mochizuki sempat menyangkal. Namun pada 22 Juni, ia menelepon polisi secara sukarela dan mengakui perbuatannya.
“Memang benar, saya yang melakukannya. Ini adalah perbuatan keji dan tidak ada pembelaan atas tindakan saya,” kata Mochizuki dalam pengakuannya kepada polisi.
Dalam keterangannya lebih lanjut, ia juga memberi isyarat bahwa dirinya terlibat langsung dalam kematian korban, meski hingga kini polisi belum menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan. Menurut penyelidikan, Nishiguchi meninggal saat keduanya masih berstatus suami istri. Mochizuki kemudian mengurus perceraian, lalu pindah, tanpa sekalipun melaporkan kematian sang suami.
Mantan penyelidik kepolisian Prefektur Saitama, Narumi Sasaki, menilai kemungkinan besar pelaku bekerja sendiri. Ia mengutarakan bahwa meski ada kemungkinan orang lain membantu memindahkan freezer berat itu tanpa mengetahui isinya, kenyataan bahwa jenazah tidak pernah berpindah tempat selama belasan tahun menunjukkan tidak ada pihak lain yang sadar akan kondisi sebenarnya.
Ada yang terasa ganjil ketika membayangkan seseorang membayar sewa apartemen kosong itu bulan demi bulan, tahun demi tahun, sementara di dalamnya tersimpan rahasia yang paling berat. Apakah itu rasa bersalah, ketakutan, atau sesuatu yang lebih rumit dari itu, hanya Mochizuki sendiri yang tahu.
Polisi kini sedang menyelidiki apakah kematian Nishiguchi merupakan pembunuhan. Mengingat korban diduga meninggal pada 2011 dan penyebab kematian belum bisa dipastikan, penuntutan atas tindak pidana pembunuhan belum dapat dilakukan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: