BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Capai 83,28%, Kategori Sangat Memuaskan.

, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil pengukuran Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 yang menunjukkan angka 83,28%, masuk dalam kategori sangat memuaskan. Hasil ini sekaligus menandai babak baru dalam sistem evaluasi penyelenggaraan ibadah haji nasional, menyusul transformasi metodologi dari sebelumnya bernama Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) menjadi IKLHI, yang akan dipakai secara permanen mulai tahun ini.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pergantian nama dan metodologi tersebut bertujuan menghasilkan alat ukur yang lebih menyeluruh. Berbeda dari model lama yang hanya menyoroti hasil akhir layanan yang diterima jemaah, IKLHI kini turut menilai seluruh rangkaian proses layanan, baik yang berlangsung di Tanah Air maupun di Arab Saudi.
“IKLHI merupakan penyempurnaan dari IKJHI. Pengukuran tidak lagi hanya berorientasi pada output layanan di luar negeri, tetapi juga mencakup proses layanan serta layanan haji di dalam dan luar negeri,” ujar Amalia saat memaparkan hasil survei tersebut.
Amalia menambahkan, penyesuaian metode pengukuran ini dimaksudkan agar pemerintah memiliki instrumen evaluasi yang lebih komprehensif, sehingga dapat memantau tingkat kepuasan jemaah secara lebih akurat sekaligus menjaring masukan untuk perbaikan layanan haji ke depan.
Melibatkan 14.400 Responden
Survei IKLHI 2026 dilakukan terhadap 14.400 responden jemaah haji Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode, yaitu wawancara langsung berbasis kertas (Paper Assisted Personal Interview/PAPI) dan wawancara berbasis web (Computer Assisted Web Interviewing/CAWI), di mana responden mengisi kuesioner secara mandiri.
Secara rinci, Amalia memaparkan bahwa angka IKLHI 2026 sebesar 83,28% merupakan gabungan dari dua komponen, yakni Indeks Kepuasan Layanan Haji Luar Negeri sebesar 82,71% dan Indeks Kepuasan Layanan Haji Dalam Negeri sebesar 83,85%.
Ia juga mengungkapkan, jika dihitung menggunakan metodologi lama (IKJHI), tingkat kepuasan jemaah pada 2026 justru tercatat lebih tinggi, yaitu 91,45%, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Menurut Amalia, kenaikan ini mencerminkan bahwa berbagai upaya perbaikan dan transformasi layanan haji yang dilakukan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah.
Layanan Bandara dan Transportasi Jadi Sorotan
Untuk layanan luar negeri, indeks kepuasan tercatat naik 1,24 poin dibanding 2025 apabila menggunakan metodologi baru, dari 81,46% menjadi 82,71%. Berdasarkan titik amatan, layanan di bandara mencatatkan skor kepuasan tertinggi, yaitu 84,76%, sementara dari sisi jenis layanan, transportasi menjadi aspek dengan kepuasan tertinggi sebesar 83,13%.
Sementara itu, pada layanan dalam negeri, tercatat 10 embarkasi memperoleh skor kepuasan di atas rata-rata nasional. Dari sisi jenis layanan, transportasi bus menuju bandara menjadi aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 85,67%.
Amalia berharap hasil pengukuran IKLHI 2026 dapat dijadikan landasan dalam penyusunan evaluasi dan rekomendasi kebijakan, sehingga kualitas penyelenggaraan ibadah haji dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: