Mentan: Cabai Mahal Masih Dimaklumi, Beras dan Telur Wajib Terjangkau

- Menteri Pertanian menilai kenaikan harga cabai masih wajar karena faktor cuaca dan gangguan produksi.
- Harga beras, telur, ayam, dan minyak goreng ditegaskan tidak boleh naik karena stok nasional aman.
- Pemerintah meningkatkan pengawasan distribusi untuk mencegah spekulasi harga jelang Natal dan Tahun Baru.
, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai kenaikan harga cabai di sejumlah daerah masih tergolong wajar. Menurutnya, lonjakan tersebut dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan gangguan produksi akibat bencana alam yang memengaruhi pasokan di tingkat petani.
Amran menegaskan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan komoditas pangan pokok seperti beras, telur, daging ayam, dan minyak goreng.
Ia memastikan stok komoditas tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga tidak ada alasan bagi harga untuk melonjak di pasaran.
“Kalau cabai naik karena faktor alam, itu masih bisa dimaklumi. Tapi beras, telur, ayam, dan minyak goreng tidak boleh mahal karena stoknya cukup,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menjelaskan, hasil pengecekan langsung ke lapangan menunjukkan harga telur dan ayam di tingkat peternak relatif stabil.
Jika terjadi kenaikan harga di tingkat konsumen, Amran menduga terdapat permainan di rantai distribusi, terutama menjelang momen Natal dan Tahun Baru yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.
Menteri Pertanian juga meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk memperketat pengawasan distribusi pangan agar tidak terjadi penimbunan maupun spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik mencatat harga cabai rawit di beberapa wilayah mengalami kenaikan signifikan dan melampaui harga acuan pemerintah. Pemerintah berkomitmen terus memantau pergerakan harga serta menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: