IKEA Tutup Tujuh Gerai di China, Pembeli Rebut Furnitur Saat Obral Cuci Gudang

, CHINA – Rencana penutupan tujuh gerai IKEA di China justru memicu keributan di salah satu tokonya. Pembeli berdesakan, bahkan saling rebut furnitur saat peritel asal Swedia itu mengadakan obral cuci gudang.
Video yang beredar luas di media sosial China memperlihatkan kerumunan pembeli menyerbu masuk begitu pintu toko dibuka petugas. Di dalam gerai, situasi makin kacau.
Sejumlah pengunjung terlihat adu mulut, ada pula yang berebut barang hingga terjadi tarik-menarik furnitur. Sementara yang lain tetap santai berkeliling ruang pamer, mengambil produk langsung dari lantai display.
Tidak disebutkan di mana tepatnya lokasi gerai yang ricuh itu. Yang jelas, toko dipenuhi massa dari luar gedung, ruang pamer, sampai area kasir.
Banyak warganet China mengkritik perilaku pembeli yang dinilai berlebihan. Tapi ada juga yang merespons dengan santai, bahkan menyindir.
“Anda dapat membeli apa saja di Taobao dan Pinduoduo dengan pengiriman gratis,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Penutupan tujuh gerai IKEA dijadwalkan mulai 2 Februari 2026. Gerai yang terimbas ada di pinggiran kota Shanghai, Guangzhou, dan beberapa kota tingkat dua seperti Nantong, Xuzhou, serta Harbin.
Langkah ini bagian dari perubahan strategi. IKEA tidak lagi mengejar ekspansi besar-besaran, melainkan fokus ke pasar utama seperti Beijing dan Shenzhen, sambil menggenjot penjualan daring.
Saat ini IKEA mengoperasikan sekitar 40 toko di daratan China. Mereka baru saja membuka lima gerai baru dengan berbagai ukuran.
Dalam dua tahun ke depan, perusahaan menargetkan lebih dari 10 toko kecil tambahan di seluruh China. Dua gerai baru di Dongguan dan Beijing rencananya diluncurkan semester pertama 2026.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: