Viral Video Sampah Menggunung di Pantai Branta Pamekasan, Anak-anak Pun Bermain di Antara Tumpukannya

- Tumpukan sampah memenuhi kawasan Syahbandar Pantai Branta Pesisir Pamekasan dan viral di media sosial setelah video kondisinya beredar luas, termasuk rekaman anak-anak yang bermain di sekitar sampah.
- DLH Pamekasan menyayangkan fasilitas kebersihan yang sudah dibangun tidak dimanfaatkan warga, sementara upaya kerja bakti bersama TNI dan komunitas lingkungan belum menghasilkan perubahan yang bertahan lama.
- Warga mendesak penanganan lebih serius dan konsisten, karena pola bersih-bersih berkala tanpa perubahan perilaku terbukti tidak efektif mengatasi masalah sampah di pesisir tersebut.
, Pamekasan – Kawasan Syahbandar Pantai Branta Pesisir di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kondisinya cukup parah, sampah berserakan di beberapa titik hingga ke dekat permukiman warga, meninggalkan bau tidak sedap yang dirasakan sehari-hari oleh penduduk sekitar.
Keadaan itu pertama kali tersebar luas lewat sebuah video yang beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan tumpukan sampah yang menggunung, dan yang membuat banyak orang prihatin, sejumlah anak terlihat bermain di sekitar area tersebut tanpa tampak terganggu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Suprianto mengakui kondisi ini mencerminkan rendahnya kepedulian warga terhadap lingkungan pesisir mereka sendiri. Fasilitas sudah dibangun, tapi pemanfaatannya nihil.
“Sudah dibangun fasilitas tapi tidak dikelola. Sampah masyarakat itu harusnya dibuang pada tempatnya dan pemilik wilayah harus mengingatkan, termasuk pihak desa maupun Syahbandar,” terang Suprianto, Jumat (22/5/2026).
Bukan berarti pemerintah tidak pernah turun tangan. DLH bersama TNI, Polri, mahasiswa, dan sejumlah komunitas peduli lingkungan tercatat sudah beberapa kali menggelar kerja bakti dan bersih-bersih di kawasan yang sama. Tujuannya ganda: membersihkan sekaligus memberi teladan kepada masyarakat.
“Kami sudah pernah kerja bakti di area tersebut untuk memberi contoh, nyatanya ya begitu,” lanjutnya.
Ada ironi yang sulit diabaikan di sini. Setiap kali pantai dibersihkan, tak butuh lama sampah kembali memenuhi tempat yang sama. Pendekatan yang bertumpu pada aksi gotong royong berkala jelas tidak cukup kalau tidak dibarengi perubahan kebiasaan warga secara konsisten.
Warga setempat berharap ada penanganan yang lebih tegas dan berkelanjutan, bukan sekadar bersih-bersih sesaat yang hasilnya tidak bertahan lama. Kawasan Syahbandar yang semestinya menjadi wajah pesisir Pamekasan kini justru meninggalkan kesan sebaliknya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: