TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

8 Juni 2026
TODAY'S RECAP
Gelar Malem Salekoran, Lesbumi Sumenep Ditantang Jadi ‘Koki’ Kebudayaan Berbasis Pesantren SPBU Sampang Prioritaskan Jeriken, Pembeli Mengaku Nelayan yang Butuh BBM untuk Dua Kapal Tsunami Terdeteksi di Tiga Wilayah Indonesia Pascagempa M 7,7 Mindanao, Ketinggian Capai 0,19 Meter Bukan Sembarangan Pilih, Ini yang Bikin Prabowo Tunjuk Nanik Pimpin BGN Dituding Lepas Hijab dan Clubbing Bareng Jule, Clara Shinta Buka Suara: Ada Penjelasan di Balik Video Itu Stok MinyaKita Menipis di Warung Jakarta, Pemerintah Siapkan Kenaikan HET dalam Dua Pekan Mensesneg Bantah Reshuffle Menkeu Purbaya, Tegaskan Prioritas Pemerintah adalah Koordinasi Ekonomi Kepala BGN Tegaskan Kualitas MBG Lebih Penting dari Kejar Target 82,9 Juta Penerima Gelar Malem Salekoran, Lesbumi Sumenep Ditantang Jadi ‘Koki’ Kebudayaan Berbasis Pesantren SPBU Sampang Prioritaskan Jeriken, Pembeli Mengaku Nelayan yang Butuh BBM untuk Dua Kapal Tsunami Terdeteksi di Tiga Wilayah Indonesia Pascagempa M 7,7 Mindanao, Ketinggian Capai 0,19 Meter Bukan Sembarangan Pilih, Ini yang Bikin Prabowo Tunjuk Nanik Pimpin BGN Dituding Lepas Hijab dan Clubbing Bareng Jule, Clara Shinta Buka Suara: Ada Penjelasan di Balik Video Itu Stok MinyaKita Menipis di Warung Jakarta, Pemerintah Siapkan Kenaikan HET dalam Dua Pekan Mensesneg Bantah Reshuffle Menkeu Purbaya, Tegaskan Prioritas Pemerintah adalah Koordinasi Ekonomi Kepala BGN Tegaskan Kualitas MBG Lebih Penting dari Kejar Target 82,9 Juta Penerima

Cari berita

DAERAH Advertorial

Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan Daycare

Poin Penting (3)
  • DPW PKB DIY meluncurkan Posko Layanan Informasi sebagai pusat aduan dan edukasi untuk menciptakan lingkungan pesantren serta daycare yang aman.
  • Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas kasus pelecehan seksual di lembaga pendidikan, termasuk kejadian terbaru di Pati, yang memicu perlunya langkah preventif yang kuat.
  • Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara PKB DIY, RMI PWNU DIY, dan Satgas Pesantren Ramah Anak untuk memperkuat tata kelola perlindungan perempuan dan anak di DIY.

Resolusi.co, Yogyakarta – DPW PKB DIY pada Minggu, 10 Mei 2026 bertempat di Kantor DPW PKB DIY melaksanakan kegiatan Launching Posko Layanan Informasi Pesantren dan Daycare Ramah Perempuan dan Anak sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi pesantren yang aman, inklusif, dan berpihak pada perlindungan perempuan serta anak.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar, S.Ag., Ketua RMI PWNU DIY KH. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag., Satgas Pesantren Ramah Anak Dan Perempuan PWNU DIY Nyai Dr. Hj. Maya Fitria, S. Psi, M.A, serta Hj. Khotimatul Khotimatul Husna S.Ag, M.H., Sekretaris DPW PKB DIY Hj. Aslikh Rina Ulyaddin, S.Psi., Ketua Fatayat PWNU DIY Maryam Fithriati, S.S., M. Si., MSW.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas berbagai kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk kejadian yang baru-baru ini mencuat di Pati. Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan pencegahan, DPW PKB DIY menggandeng RMI PWNU DIY serta Satgas Pesantren Ramah Anak dan Perempuan PWNU DIY untuk memberikan masukan, pendampingan, serta penguatan sistem perlindungan di lingkungan pesantren dan daycare.

Melalui launching ini, diharapkan hadir ruang layanan yang mampu menjadi pusat aduan, edukasi, pendampingan, serta penguatan tata kelola pesantren dan daycare yang lebih ramah terhadap perempuan dan anak.

Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar menyampaikan bahwa pesantren merupakan ruang pendidikan moral dan akhlak yang harus dijaga marwah serta keamanannya. Menurutnya, kehadiran posko layanan dan satgas ini menjadi langkah awal untuk memastikan pesantren di DIY mampu menjadi ruang yang aman bagi santri, perempuan, dan anak.

“Transformasi pesantren hari ini tidak cukup hanya berbicara tentang pendidikan dan tradisi keilmuan, tetapi juga bagaimana menghadirkan sistem perlindungan yang nyata agar tidak ada lagi kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan pendidikan pesantren,” ujar Umaruddin Masdar.

Senada dengan itu, Ketua RMI PWNU DIY KH. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag., menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kenyamanan santri merupakan bagian dari tanggung jawab moral seluruh elemen pesantren. Lingkungan pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat perempuan dan anak.

“Peristiwa yang terjadi di Pati harus menjadi pelajaran bersama bagi seluruh lembaga pendidikan, khususnya pesantren. Karena itu, perlu adanya langkah dan sikap antisipatif serta preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pesantren harus memperkuat sistem pengawasan, edukasi, pendampingan, dan keberanian membangun mekanisme perlindungan bagi santri, perempuan, dan anak,” ungkap Ketua RMI PWNU DIY KH. Muhammad Nilzam Yahya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kolaborasi antara organisasi politik, pesantren, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan.