TODAY'S RECAP
Dua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang Keruntuhan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

24 Juni 2026
TODAY'S RECAP
Dua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi Menyeluruh Ketua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari Istana Dapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di Kuburan Dasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang Keruntuhan Koorpus BEM Persatuan Indonesia: Jangan Setop Makan Bergizi Gratis, Bersihkan Korupsinya! Dolar Naik, Harga Obat Ikut Naik, tapi Menkes Pasang Batas, Ini Angkanya DPRD Pamekasan Desak Pengelola Dapur MBG Daftarkan Karyawan ke JKN dan Jamsostek BMKG: Puncak Kemarau Indonesia Diprediksi Agustus 2026, El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027 Dua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi Menyeluruh Ketua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari Istana Dapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di Kuburan Dasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang Keruntuhan Koorpus BEM Persatuan Indonesia: Jangan Setop Makan Bergizi Gratis, Bersihkan Korupsinya! Dolar Naik, Harga Obat Ikut Naik, tapi Menkes Pasang Batas, Ini Angkanya DPRD Pamekasan Desak Pengelola Dapur MBG Daftarkan Karyawan ke JKN dan Jamsostek BMKG: Puncak Kemarau Indonesia Diprediksi Agustus 2026, El Nino Berpotensi Bertahan hingga Awal 2027

Cari berita

Ketua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari Istana

Poin Penting (3)
  • Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin dinonaktifkan setelah mengakui menerima Rp20 juta dari oknum alumni dengan syarat mengalihkan massa demonstrasi dari Istana ke DPR, namun instruksi itu diabaikan mahasiswa di lapangan.
  • Uang tersebut dibagikan kepada sejumlah pengurus BEM dan dua senior kampus bernama Raffi dan Mubarak, sementara Abdi sendiri mengaku hanya mengambil Rp700 ribu.
  • UBK membentuk tim investigasi yang akan menjerat semua pihak terlibat, termasuk alumni, dengan ancaman sanksi berat kedisiplinan setelah proses penyelidikan selesai.

Resolusi.co, Jakarta – Universitas Bung Karno (UBK) resmi menonaktifkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum, Muhammad Abdimaludin alias Abdi, menyusul pengakuannya sendiri bahwa ia menerima uang Rp20 juta terkait aksi demonstrasi mahasiswa pada 15 Juni 2026. Sanksi itu dijatuhkan sehari setelah Abdi membuat pernyataan terbuka di hadapan civitas akademika kampus, Senin (22/6/2026).

Pihak rektorat bergerak cepat menonaktifkan Abdi agar tidak ada penyalahgunaan jabatan selama proses penyelidikan internal berlangsung.

Dalam forum klarifikasi tersebut, terungkap kronologi yang jauh lebih gelap dari sekadar penerimaan uang. Seorang oknum alumni menyerahkan dana itu kepada Abdi dini hari, hanya beberapa jam sebelum mahasiswa turun ke jalan. Syaratnya satu, massa BEM FH UBK tidak boleh menggelar aksi di depan Istana Negara, melainkan dialihkan ke Gedung DPR RI.

Kesepakatan itu gagal total. Para mahasiswa yang sudah di lapangan mengabaikan instruksi tersebut dan tetap melanjutkan demonstrasi di depan Istana.

Abdi kemudian mengakui bahwa uang itu tidak hanya masuk ke kantongnya. Sebagian dana ia distribusikan kepada sejumlah ketua BEM dan pengurus mahasiswa lain di internal UBK, termasuk dua nama senior kampus yang ia sebut secara terbuka, yakni Raffi dan Mubarak. Dari total Rp20 juta, Abdi mengaku hanya mengambil Rp700 ribu untuk keperluan pribadi dan operasional.

Video pengakuan itu kemudian menyebar di media sosial dan memantik reaksi keras di kalangan mahasiswa UBK sendiri. Mereka membentangkan spanduk mendesak transparansi dan meminta rektorat mengusut tuntas semua pihak yang terlibat. Satu hal yang menarik: protes paling keras justru datang dari dalam kampus, bukan dari luar.

Wakil Rektor IV UBK, Franky Roring, memastikan investigasi tidak akan berhenti di Abdi saja. Seluruh pihak yang terseret, termasuk alumni, akan dimintai pertanggungjawaban.

“Sanksi berat kedisiplinan sudah menanti begitu investigasi rampung,” kata Franky Roring.