TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Kasus Ijazah Jokowi: Tiga Nama Dipastikan Tak Akan Dimaafkan

Poin Penting (3)
  • Jokowi mengungkapkan ada tiga orang yang tidak akan dimaafkan dalam polemik dugaan ijazah palsu.
  • Identitas ketiga pihak tersebut masih dirahasiakan karena proses hukum berjalan.
  • Jokowi menegaskan siap menghadapi persidangan dan menunjukkan ijazah asli dari SD hingga perguruan tinggi.

Resolusi.co, Jakarta — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa tidak semua pihak yang dilaporkannya dalam polemik dugaan ijazah palsu akan mendapatkan maaf. Jokowi menyebut ada tiga orang yang secara tegas tidak akan ia maafkan, meski identitas mereka hingga kini masih dirahasiakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menanggapi perkembangan laporan dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah yang tengah diproses di Polda Metro Jaya. Jokowi menegaskan bahwa sikapnya bersifat selektif dan didasarkan pada tingkat keseriusan serta dampak dari pernyataan para terlapor.

“Sebagian bisa saja dimaafkan, tapi ada tiga orang yang tidak,” ujar Jokowi kepada wartawan.

Meski demikian, Jokowi enggan mengungkapkan identitas ketiga orang tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa tindakan mereka dinilai telah melampaui batas kewajaran dan berpotensi menimbulkan dampak luas di masyarakat.

Jokowi juga menekankan bahwa persoalan maaf merupakan urusan pribadi dan tidak akan menghentikan proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, penegakan hukum tetap harus dilaksanakan sesuai ketentuan, terlepas dari sikap pribadi terhadap para terlapor.

Selain itu, Jokowi menyatakan siap menghadapi proses persidangan jika kasus ini berlanjut ke tahap pengadilan. Ia memastikan akan membawa dan memperlihatkan ijazah asli miliknya secara lengkap, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, guna menjawab keraguan publik.

Presiden berharap polemik terkait ijazah tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum agar tidak terus menimbulkan kegaduhan dan spekulasi di tengah masyarakat.