TODAY'S RECAP
Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah Kontroversi

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

18 Februari 2026
TODAY'S RECAP
Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah Chip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang Terbesarnya Ramadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada Syaratnya Jelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga Acuan Presiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama Ekonomi Trump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci Menolak Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual? 11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup Narkoba Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah Chip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang Terbesarnya Ramadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada Syaratnya Jelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga Acuan Presiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama Ekonomi Trump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci Menolak Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual? 11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup Narkoba

Cari berita

11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup Narkoba

Poin Penting (3)
  • Militer AS menyerang tiga kapal di Samudra Pasifik Timur dan Laut Karibia dalam operasi anti-narkoba, menewaskan 11 orang tanpa korban dari pihak pasukan AS.
  • Sejak September tahun lalu, operasi serupa telah menewaskan lebih dari 140 orang dan menghancurkan puluhan kapal, sebagai bagian dari kebijakan Trump memerangi "teroris narkoba" di Amerika Latin.
  • Pakar hukum internasional dan kelompok HAM mempertanyakan legalitas operasi ini karena AS belum pernah membuktikan secara terbuka keterlibatan kapal-kapal sasaran dalam perdagangan narkoba.

Resolusi.co, WASHINGTON DC – Angkatan bersenjata Amerika Serikat menghantam tiga kapal di dua perairan berbeda dalam operasi anti-narkoba yang merenggut 11 nyawa. Dua serangan dilancarkan di Samudra Pasifik bagian timur, satu lagi di Laut Karibia.

“Empat orang di kapal pertama di Pasifik Timur, empat orang di kapal kedua di Pasifik Timur, dan tiga orang di kapal ketiga di Karibia. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka,” demikian pernyataan Komando Selatan AS yang diunggah di platform X, dikutip dari AFP, Rabu (18/2/2026).

Komando Selatan juga menyertakan rekaman video ketiga serangan itu. Dua kapal tampak diam di perairan saat dihantam, sementara yang satu lagi terlihat tengah melaju kencang. Dalam dua video, orang-orang masih terlihat bergerak di geladak kapal sesaat sebelum serangan berlangsung.

Ini bukan operasi tunggal. AS mulai mengincar kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba sejak awal September tahun lalu, dan sejak itu sudah lebih dari 140 orang tewas, puluhan kapal hancur.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut operasi ini sebagai bagian dari perang melawan apa yang mereka namai “teroris narkoba” yang beroperasi di kawasan Amerika Latin. Namun klaim itu tidak datang dengan bukti konkret. Washington belum satu kali pun membuktikan secara terbuka bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar mengangkut narkoba.

Di sinilah persoalan besar itu bermula. Sejumlah pakar hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia menilai serangan-serangan ini berpotensi masuk kategori pembunuhan di luar prosedur hukum, karena sasarannya tampak warga sipil yang tidak menunjukkan ancaman langsung terhadap AS.

Terlepas dari perdebatan itu, Washington terus mengerahkan armada angkatan lautnya di Karibia. Dalam beberapa bulan terakhir, operasi di kawasan itu tidak hanya menyasar kapal narkoba, tetapi juga menyita kapal tanker minyak dan menggelar operasi penangkapan terhadap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.