Dulu Dibantai 1-20, Kini Indonesia Bikin Iran Keringatan di Final Piala Asia Futsal

- Timnas futsal Indonesia memaksa Iran bermain hingga adu penalti di final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2/2026) malam, meski akhirnya kalah.
- Indonesia pernah dibantai Iran 1-20 pada 2006, tapi kini mampu mencetak lima gol dan memimpin hingga menit-menit akhir pertandingan.
- Pencapaian final adalah yang terbaik sepanjang sejarah, sekaligus kelanjutan kesuksesan di bawah Hector Souto yang sudah meraih Piala AFF 2024 dan emas SEA Games 2025.
, Jakarta – Timnas futsal Indonesia mengukir catatan membanggakan di Piala Asia Futsal 2026 dengan memaksa Iran, sang raksasa Asia, bermain hingga adu penalti di partai puncak. Walau gagal merebut gelar juara Sabtu (7/2/2026) malam, performa skuad Hector Souto menunjukkan betapa jauhnya lompatan kualitas futsal tanah air.
Di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pasukan Wendy Brian dan kawan-kawan memimpin 3-1 di babak pertama lewat dua gol Israr Megantara. Skor sempat terguncang, tapi hat-trick Israr di menit kedelapan perpanjangan waktu kembali membawa Indonesia unggul 5-4. Iran menyamakan kedudukan di detik akhir, memaksa drama penalti yang akhirnya dimenangkan tim tamu.
Pencapaian ini menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang meragukan perkembangan futsal Indonesia. Dulu, Iran adalah mimpi buruk.
Pada 22 Mei 2006, Indonesia pernah dihajar 1-20. Skor telak lain juga terjadi pada 2004 ketika Iran menang 3-13. Bahkan di dua pertemuan terakhir, Indonesia masih kalah 5-0 (2022) dan 5-1 (2014).
“Ini merupakan perkembangan terbesar yang pernah saya lihat,” ujar pelatih Iran, Vahid Shamsaei, setelah laga final.
Shamsaei, yang dulu adalah pemain nasional Iran, mengakui Indonesia kini layak diperhitungkan di panggung Asia.
Lolos ke final adalah prestasi terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Piala Asia Futsal. Sebelumnya, capaian tertinggi hanya perempat final pada edisi 2022 di Kuwait.
Di bawah asuhan Souto, Indonesia memasuki masa keemasannya. Sebelum Piala Asia 2026, skuad Garuda sudah mengoleksi gelar juara Piala AFF 2024, memutus puasa 14 tahun. Kemudian menyusul emas SEA Games 2025.
“Hari ini adalah hari untuk membicarakan betapa bagusnya penampilan kita,” kata Souto.
“Kita mencetak 5 gol ke gawang Iran di final. Dan kita membawa Iran ke penalti keenam untuk membuat mereka mengalahkan kita. Saya bangga,” tambahnya.
Namun serangkaian pencapaian ini bukan sekadar soal gelar. Yang lebih penting, Indonesia kini mampu bertarung secara terbuka dengan tim-tim kuat tanpa lagi dihantui trauma kekalahan telak. Souto dan anak asuhnya sudah membuktikan bahwa futsal Indonesia bukan lagi pelengkap penderita di Asia.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: