TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 April 2026

Cari berita

Perempuan 65 Tahun Tewas Tenggelam di Bengawan Solo, Diduga Loncat dari Jembatan Glendeng

Poin Penting (3)
  • Jasad perempuan lansia (65) ditemukan mengapung di Bengawan Solo wilayah Desa Simo, Soko, Tuban, diduga loncat dari Jembatan Glendeng yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro.
  • Korban merupakan warga Bojonegoro Kota yang menderita sakit menahun dan tinggal sendirian, sempat pamit keluar rumah dengan alasan periksa kesehatan sebelum ditemukan tewas.
  • Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda kekerasan, keluarga menolak autopsi dan jenazah sudah diserahkan untuk dimakamkan.

Resolusi.co, TUBAN– Jasad seorang perempuan lansia ditemukan mengapung di aliran Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Senin (5/1) sore. Korban yang berusia 65 tahun dan berinisial KAS merupakan warga Kecamatan Bojonegoro Kota.

Peristiwa bermula ketika anggota Polsek Soko, Polres Tuban, menerima laporan warga sekitar pukul 15.15 WIB terkait seorang perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Glendeng. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Simo di Tuban dengan Desa Campurejo di Bojonegoro Kota.

Kapolsek Bojonegoro Kota AKP Agus El Fauzi menjelaskan, petugas langsung melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia. Saat ditemukan, tidak ada identitas apapun pada tubuh korban.

“Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi,” jelasnya, Selasa (6/1).

Setelah dilakukan identifikasi, korban dipastikan bernama KAS, warga Kecamatan Bojonegoro Kota. Dari keterangan keluarga, perempuan tersebut diketahui menderita penyakit menahun dan tinggal sendirian di rumahnya.

Agus menambahkan, pada Senin pagi korban sempat berpamitan hendak keluar rumah dengan alasan akan memeriksakan kesehatannya. Ia pergi sendirian tanpa ditemani siapapun.

“Pihak keluarga kemudian menerima informasi dari kepolisian bahwa korban telah meninggal dunia,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

“Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Agus.