TODAY'S RECAP
Remaja 16 Tahun Hilang di Gunung Ijen Banyuwangi, Tim SAR Gabungan Sisir Area Sunrise PointKemensos Salurkan Bansos Rp 1,83 Triliun untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan SumbarBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiRemaja 16 Tahun Hilang di Gunung Ijen Banyuwangi, Tim SAR Gabungan Sisir Area Sunrise PointKemensos Salurkan Bansos Rp 1,83 Triliun untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan SumbarBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiRemaja 16 Tahun Hilang di Gunung Ijen Banyuwangi, Tim SAR Gabungan Sisir Area Sunrise PointKemensos Salurkan Bansos Rp 1,83 Triliun untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan SumbarBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah KontroversiRemaja 16 Tahun Hilang di Gunung Ijen Banyuwangi, Tim SAR Gabungan Sisir Area Sunrise PointKemensos Salurkan Bansos Rp 1,83 Triliun untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan SumbarBelajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah HompimpaBI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik ModernBGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu BerbukaTerbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di CiputatDi Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa TimurHampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan PemerintahChip dan Mobil Jadi Senjata Jepang: Ekspor Melesat Tertinggi Sejak 2022, China Penyumbang TerbesarnyaRamadan Besok, Wamen Agama Tegaskan Tak Ada Sweeping Warung: Tapi Ada SyaratnyaJelang Puasa Pertama, Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp77.533/Kg, Jauh di Atas Batas Harga AcuanPresiden Prabowo Tiba di Washington DC, Dijadwalkan Bertemu Trump untuk Bahas Tarif Dagang dan Kerja Sama EkonomiTrump Gagal Ajak Vatikan Masuk Board of Peace, Ini Alasan Takhta Suci MenolakHarga Emas Antam Hari Ini Kembali Turun, Masih Layak Beli atau Sudah Waktunya Jual?11 Orang Tewas Ditembak Militer AS di Laut, Tak Ada Bukti Mereka Benar-benar Penyelundup NarkobaYang Penting Puasanya, Bukan TanggalnyaRumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan WargaVinícius Jr. Cetak Gol, Madrid Bungkam Benfica 1-0 di Tengah Kontroversi

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

19 Februari 2026
TODAY'S RECAP
Remaja 16 Tahun Hilang di Gunung Ijen Banyuwangi, Tim SAR Gabungan Sisir Area Sunrise Point Kemensos Salurkan Bansos Rp 1,83 Triliun untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Belajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah Hompimpa BI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik Modern BGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu Berbuka Terbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di Ciputat Di Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa Timur Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah Remaja 16 Tahun Hilang di Gunung Ijen Banyuwangi, Tim SAR Gabungan Sisir Area Sunrise Point Kemensos Salurkan Bansos Rp 1,83 Triliun untuk 1,7 Juta KPM Korban Bencana Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Belajar Kembali dari Pinggiran: Sebuah Refleksi Satu Tahun Sekolah Hompimpa BI Institute Studi Lapangan ke Rumah Tani Gentungan Karanganyar, Pelajari Manajemen Klaster dan Pertanian Organik Modern BGN Tetapkan Aturan MBG Selama Ramadan 2026: Distribusi Dimulai 23 Februari, Menu Disesuaikan Waktu Berbuka Terbuka 5 Koper, Isinya Rp 5 Miliar: KPK Bongkar Safe House Baru Koruptor Bea Cukai di Ciputat Di Awal Ramadan yang Berbeda, Gubernur Khofifah Serukan Persaudaraan kepada Warga Jawa Timur Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah

Cari berita

Pencarian Pendaki Magelang di Gunung Slamet Berakhir Tanpa Hasil, Dialihkan ke Pemantauan

Poin Penting (3)
  • Operasi SAR ditutup setelah 9 hari tanpa hasil: Pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang di Gunung Slamet sejak 27 Desember 2025 dihentikan pada 7 Januari 2026 setelah 120 personel gabungan tidak menemukan jejak apapun.
  • Hilang saat mencari bantuan untuk rekan yang cedera: Syafiq terpisah dari temannya Himawan yang mengalami cedera kaki saat turun dari puncak, dan sejak saat itu tidak pernah kembali meski Himawan berhasil dievakuasi.
  • Pencarian mandiri masih dibuka: Meski operasi resmi ditutup dan dialihkan ke pemantauan, Basarnas membuka peluang bagi relawan dan keluarga untuk melanjutkan pencarian secara mandiri dengan koordinasi basecamp.

Resolusi.co, JAWA TENGAH – Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan, remaja 18 tahun asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, resmi dihentikan setelah sembilan hari berlangsung. Meski ratusan personel gabungan dikerahkan, jejak pemuda tersebut tetap tidak ditemukan.

Staf Operasi Kantor SAR Semarang, Handika Hengki, mengonfirmasi penutupan operasi pencarian pada Rabu (7/1/2026). Ia menjelaskan bahwa setelah perpanjangan dua hari dari batas waktu standar tujuh hari, tim memutuskan mengalihkan status operasi menjadi pemantauan.

“Untuk pencarian saudara Syafiq Ali sudah ditutup kemarin. Jadi sekarang dialihkan ke pemantauan,” ungkap Handika saat dihubungi wartawan, Kamis (8/1/2026).

Selama sembilan hari operasi berlangsung, sekitar 120 personel tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan lokal melakukan penyisiran intensif di berbagai titik. Mereka menjangkau area di luar jalur pendakian resmi untuk memperluas cakupan pencarian.

Handika menuturkan bahwa seluruh personel di lapangan telah berupaya maksimal mencari berbagai petunjuk keberadaan Syafiq. Tim mencari jejak kaki, barang milik korban, atau tanda-tanda lain yang bisa mengarahkan lokasi pemuda tersebut.

“Tapi selama sembilan hari ini melakukan pencarian, tidak ditemukan jejak kaki maupun barang milik korban atau survivor ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa proses pencarian menghadapi berbagai tantangan signifikan. Cuaca di kawasan Gunung Slamet yang berubah-ubah menjadi kendala utama. Tim bahkan sempat mengalami kondisi hujan badai di area puncak yang mempersulit mobilitas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C. Pananggungan, memaparkan beberapa faktor yang memperumit operasi. Selain cuaca, luasan Gunung Slamet yang membentang di lima kabupaten—Pemalang, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Brebes—membuat identifikasi posisi korban menjadi sulit.

“Jalur pendakian dan cabang jalurnya banyak, sehingga identifikasi perkiraan posisi korban tidak mudah. Belum lagi cuaca dan medan jalur yang terjal,” kata Bergas.

Berdasarkan data yang dihimpun, Syafiq memulai pendakian bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu malam (27/12/2025). Keduanya merencanakan pendakian sistem tektok—naik dan turun tanpa menginap—dengan target kembali ke pos pada Minggu sore (28/12/2025).

Namun rencana berubah ketika mereka baru mencapai puncak pada Minggu sore. Keduanya memutuskan bermalam dan baru turun keesokan harinya. Dalam perjalanan turun pada Senin (29/12/2025), saat masih berada di sekitar area puncak, Himawan mengalami cedera pada kakinya.

Syafiq kemudian mengambil keputusan untuk turun terlebih dahulu mencari bantuan, meninggalkan Himawan sendirian. Namun, setelah menunggu cukup lama tanpa ada tanda-tanda Syafiq kembali, Himawan memutuskan naik kembali dan bertahan di Pos 9.

“Himawan akhirnya memutuskan untuk naik lagi dan stay dan bermalam di Pos 9. Pada Selasa (30/12/2025) pagi, Himawan dievakuasi oleh teman-teman basecamp Dipajaya,” ungkap Handika.

Himawan ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5 dalam kondisi lemas dan mengalami cedera kaki. Ia segera dievakuasi ke basecamp untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan keterangan Himawan kepada tim SAR, kondisi terakhir Syafiq sempat mengalami kram sebelum keduanya berpisah. Informasi ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam operasi pencarian.

“Jadi, berdasarkan saksi Himawan, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan,” kata Handika.

Handika menjelaskan bahwa keterbatasan logistik menjadi faktor krusial dalam kasus ini. Karena awalnya hanya berencana melakukan pendakian tektok, peralatan dan perbekalan yang dibawa Syafiq dan Himawan sangat terbatas.

“Jadi tidak membawa logistik seperti pendakian umumnya,” ujarnya.

Meski operasi SAR resmi ditutup, pihak Basarnas tetap membuka peluang bagi kelompok relawan atau pihak keluarga yang ingin melanjutkan pencarian secara mandiri. Basarnas bahkan memberikan izin khusus kepada ayah kandung Syafiq, Dhani Rusman, untuk ikut serta dalam upaya pencarian.

“Jika ada penemuan, misalnya butuh evakuasi yang sifatnya penanganan khusus, Basarnas juga bisa diberangkatkan,” kata Handika.

Pemerintah Kota Magelang turut menyatakan dukungan terhadap keluarga korban. Pemkot bahkan menggalang donasi untuk membantu meringankan beban keluarga dalam upaya pencarian berkelanjutan.

Seorang pendaki yang terlibat dalam operasi pencarian, Faiq Muzayin, menyampaikan rasa dukanya melalui akun Instagram @faiqqmuzayin pada Rabu (7/1/2026). Ia menjelaskan bahwa meskipun operasi SAR gabungan telah ditutup, pemantauan dan penyisiran mandiri masih dapat dilakukan dengan koordinasi basecamp.

“Operasi SAR gabungan secara resmi ditutup pada 7 Januari 2026. Kami memahami duka yang Bapak/Ibu rasakan di setiap langkah pencarian, hati kami selalu bersama keluarga,” tulisnya.

“Walau hasil belum berpihak, ikhtiar dan doa tidak pernah berhenti,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Syafiq Ridhan Ali Razan tetap menjadi misteri. Keluarga dan para relawan masih terus berharap ada keajaiban yang membawa pemuda tersebut kembali dengan selamat.