Polres Pamekasan Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Korban Longsor Pasean

- Tim Dokkes Polres Pamekasan memberikan bantuan obat-obatan dan layanan kesehatan gratis kepada warga pengungsi akibat bencana tanah bergerak di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean
- Bencana terjadi pada 18 Januari 2026 dipicu hujan tinggi, mengakibatkan retakan tanah sepanjang 35 meter dan kerusakan 10-16 rumah serta fasilitas umum di Dusun Barat Gunung dan Paseset Timur
- Bantuan disalurkan secara simbolis oleh Iptu Sugino kepada Kepala Desa Hj. Uswatun Ekasanah sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana
, PASEAN – Tim kesehatan Polres Pamekasan mendatangi lokasi bencana tanah bergerak di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, untuk memeriksa kondisi kesehatan warga pengungsi.
Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Pamekasan Iptu Sugino menyerahkan bantuan obat-obatan secara simbolis kepada Kepala Desa Sana Daya Hj. Uswatun Ekasanah, Selasa (3/2/2026).
Ia didampingi Kapolsek Pasean AKP Gunarto dalam kunjungan tersebut.
Selain menyalurkan obat, tim juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada para pengungsi. Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui juru bicaranya, Ipda Yoni Evan Pratama, bilang bantuan ini bentuk nyata kehadiran Polri di tengah warga yang sedang terkena musibah.
“Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang sedang mengungsi saat ini, sekaligus menjadi penguat moril di tengah situasi sulit,” kata Evan, Rabu (4/2/2026).
Fenomena tanah bergerak di Desa Sana Daja terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, dan menyebabkan puluhan rumah rusak berat. Warga terpaksa mengungsi karena kondisi permukiman tidak aman lagi.
Bencana dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang melanda Dusun Barat Gunung dan Paseset Timur. Tanah retak sepanjang 35 meter dengan kedalaman 1,5 meter, merusak setidaknya 10 hingga 16 rumah serta fasilitas umum di sekitar lokasi.
Hingga kini, warga masih mengungsi di tempat aman yang disediakan pemerintah daerah. Pihak berwenang terus memantau kondisi tanah untuk memastikan tidak ada pergerakan lebih lanjut yang membahayakan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: