Rumah Jokowi di Solo Diberi Label “Tembok Ratapan” di Google Maps, PSI Sebut Itu Bentuk Kecintaan Warga

- Kediaman Jokowi di Jl. Kutai Utara No. 1, Sumber, Banjarsari, Solo, viral setelah diberi label "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps oleh netizen, disertai video pemuda yang beraksi meratap di depan gerbang.
- PSI melalui Grace Natalie menilai fenomena itu sebagai bukti Jokowi masih dicintai rakyat, bukan sebagai bentuk ejekan atau sindiran.
- Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku sudah mengetahui penamaan itu namun belum memastikan apakah Jokowi sendiri sudah tahu, dan tidak berniat meminta perubahan nama di Google Maps.
, SOLO – Sebuah label tak biasa muncul di Google Maps, tepat di atas titik lokasi kediaman Joko Widodo di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Nama yang terpampang: “Tembok Ratapan Solo.”
Penamaan itu bukan dari pemerintah, bukan pula dari pihak keluarga. Netizen yang melakukannya, disertai video seorang pemuda yang berakting seolah meratap di depan gerbang rumah mantan presiden tersebut. Video itu menyebar lewat Instagram, salah satunya dibagikan akun @indopium yang menyebut lokasi itu kini jadi “spot paling hype buat anak muda Gen Z.”
Partai Solidaritas Indonesia tidak membaca fenomena ini sebagai ejekan. Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, justru tertawa kecil menanggapinya.
“He he he, baru dengar saya. Memang kreatif netizen kita,” kata Grace Natalie saat dihubungi, Rabu (18/2/2026).
Grace menegaskan kediaman Jokowi di Solo memang jarang sepi sejak mantan presiden itu kembali ke kampung halaman setelah purnatugas Oktober 2024 lalu.
“Rumah Pak Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung, selalu saja ada warga yang ingin bertemu Bapak, untuk salaman, berfoto, melepas kangen karena Bapak sudah purnatugas,” tuturnya.
“Ini bukti nyata bahwa beliau memang dicintai masyarakat,” tambahnya.
Di tengah arus kritik yang masih deras terhadap warisan kebijakan Jokowi, kehadiran warga yang berdatangan ke rumahnya menunjukkan bahwa relasi emosional antara pemimpin dan pendukungnya tidak selalu berjalan seiring perdebatan politik.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengakui sudah tahu soal penamaan itu. Namun soal apakah Jokowi sendiri sudah mendengar, ia tidak bisa memastikan.
“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” katanya AKBP Syarif Fitriansyah.
Ketika ditanya kemungkinan meminta penghapusan nama tersebut dari platform digital, Syarif enggan merespons lebih jauh. Ia juga menegaskan secara pribadi tidak merasa tersinggung oleh label itu.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: