Hampir 3 Juta Orang Akan Serbu Selat Sunda Saat Mudik, Ini yang Disiapkan Pemerintah

- Kemenhub memprediksi 2,94 juta orang menyeberang ke Sumatera via Pelabuhan Merak selama mudik Lebaran 2026, sementara 813 ribu orang diprediksi melakukan perjalanan balik via Pelabuhan Bakauheni menuju Jawa
- Pemerintah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas penyeberangan, termasuk lima jalur khusus lintas Jawa-Sumatera dan satu jalur contingency plan.
- Sistem delaying tersebar di 10 titik buffer zone di sekitar Bakauheni untuk mencegah penumpukan kendaraan, sementara Lampung masuk lima besar provinsi tujuan mudik dari wilayah Jabodetabek dengan perkiraan 778 ribu kedatangan.
, BANDAR LAMPUNG – Selat Sunda kembali akan menjadi lautan manusia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sebanyak 2,94 juta orang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Sumatera selama puncak arus mudik Lebaran 2026. Sebaliknya, sekitar 813 ribu orang diprediksi menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pulau Jawa.
Angka itu disampaikan Dudy dalam Rapat Koordinasi dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandar Lampung, Selasa (17/2/2026). Lampung sendiri masuk dalam lima besar provinsi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek, dengan perkiraan kedatangan sekitar 778 ribu orang selama periode mudik.
“Koordinasi dan sinergi dengan Pemprov Lampung menjadi fondasi penting dalam memastikan arus mudik maupun balik dari dan menuju Pulau Sumatera dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Untuk mengantisipasi lonjakan itu, Kemenhub menyiapkan armada penyeberangan yang cukup besar. Sebanyak 255 unit kapal akan dioperasikan di 15 lintas penyeberangan, dengan kapasitas angkut total 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan.
Khusus untuk jalur Jawa-Sumatera, pemerintah menyediakan lima lintas penyeberangan: Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera-Panjang sebagai jalur cadangan. Kehadiran jalur-jalur alternatif ini merupakan pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya, ketika antrean panjang di Merak kerap menjadi mimpi buruk pemudik.
Di sisi Bakauheni, pemerintah menerapkan delaying system yang tersebar di 10 titik buffer zone, baik di jalan tol maupun jalan arteri, untuk menghindari penumpukan kendaraan di kawasan pelabuhan.
Dengan jumlah pemudik yang mendekati 3 juta hanya di satu jalur penyeberangan, tekanan terhadap infrastruktur Merak-Bakauheni tetap menjadi tantangan yang tidak ringan, terlepas dari berapa pun kapal yang disiapkan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: