Bersama Bulog, Titiek Soeharto Salurkan 34,3 Juta Kg Beras untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

- Titiek Soeharto tinjau korban banjir di Padang dan Aceh, pastikan distribusi 34,3 juta kg beras dan 6,8 juta liter minyak goreng untuk tiga provinsi.
- Kunjungan ke pengungsian di Masjid Al Hijrah, Perumahan Lumin Park, dan tinjau infrastruktur rusak seperti Jembatan Surau Gadang.
- Titiek usulkan relokasi warga di daerah rawan banjir dan pendampingan trauma healing untuk anak-anak korban bencana.
, JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meninjau warga terdampak bencana banjir di sejumlah titik di Kota Padang pada Minggu (30/11/2025). Kunjungan ini untuk memastikan bantuan pangan yang disiapkan pemerintah benar-benar mengalir sesuai kebutuhan warga.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Titiek Soeharto dalam peninjauan ini. Kunjungan diawali ke lokasi pengungsian masyarakat di Masjid Al Hijrah Jalan Kampung Apa, kemudian dilanjutkan ke Perumahan Lumin Park serta Dapur Umum yang berada di sebelah Puskesmas Air Dingin.
Rombongan juga meninjau Jembatan Surau Gadang yang putus akibat banjir sepekan terakhir. Setiap titik memperlihatkan bahwa warga masih menghadapi keterbatasan akses pangan, air bersih, hingga fasilitas dasar untuk bertahan hidup.
Maigus Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Titiek Soeharto untuk melihat langsung kondisi warga Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Titiek yang telah hadir mengunjungi warga terdampak banjir di Kota Padang. Selain rumah, jalan, dan bangunan yang rusak juga terdapat enam jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi ini, dan kami berharap dicarikan solusinya,” ujar Maigus.
Wawako juga menyampaikan bahwa Pemko Padang telah menetapkan masa tanggap darurat mulai 28 November hingga 5 Desember untuk memfokuskan percepatan penanganan banjir dan kebutuhan dasar masyarakat.
Titiek Soeharto mengatakan bahwa Bulog menyalurkan bantuan pangan untuk masa tanggap darurat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebanyak 34.302.520 kilogram beras dan 6.860.504 liter minyak goreng.
Untuk Provinsi Sumatera Barat dialokasikan beras sebanyak 6.794.960 kilogram dan minyak goreng sebanyak 1.358.992 liter. Sedangkan untuk Sumatera Utara total beras yang dialokasikan seberat 16.893.920 kilogram dan minyak goreng sebanyak 3.378.784 liter. Sementara untuk Aceh total beras yang dialokasikan seberat 10.613.640 kilogram dan minyak goreng seberat 2.122.728 liter.
“Hari ini saya datang untuk memastikan langsung kondisi warga dan melihat sendiri apa saja kebutuhan mendesak mereka. Laporan dari Pak Wagub sangat penting agar distribusi bantuan bisa kami percepat dan sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Titiek.
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan pangan tersebut harus segera didorong ke titik-titik pengungsian dan daerah yang aksesnya sulit.
“Hari ini kami bersama Bulog menyalurkan bantuan berupa beras, minyak untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Kota Padang. Bantuan ini tidak hanya untuk Kota Padang, tetapi juga untuk wilayah lain di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumut. Kami ingin memastikan bantuan ini terdistribusikan segera,” tegas Titiek.
Perum Bulog mencatat total kebutuhan beras untuk tiga provinsi tersebut dalam 14 hari ke depan mencapai 1.245.255 kilogram. Untuk Sumatera Barat, Bulog telah menyiapkan cadangan bahan pokok sebanyak 356.318 kilogram beras untuk 101.805 orang terdampak bencana selama 14 hari, dan 42.609 kilogram sudah terdistribusikan.
Sebelumnya, Titiek juga telah meninjau korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi putranya Didit Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Titiek bersama Didit sempat berbincang dengan warga sekaligus korban bencana yang mengungsi di Pengungsian Meunasah serta Gedung Tgk Chik Pante Geulima, Aceh. Ia menggenggam erat tangan warga yang meminta bantuan karena rumahnya habis tersapu air bah.
“Sabar ya, Insya Allah kami akan bantu,” kata Titiek menguatkan para pengungsi.
Dalam kunjungannya itu, Titiek turut meninjau langsung rumah-rumah yang rata dengan tanah akibat banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh. Ia pun tak kuat menahan tangis melihat rumah warga yang rata dengan tanah sehingga harus mengungsi.
“Ikut prihatin, semoga semuanya bisa diatasi,” ujarnya.
Titiek memastikan kebutuhan dasar terpenuhi untuk warga yang mengungsi, terutama penyaluran logistik seperti makanan, kebutuhan pribadi, dan obat-obatan.
“Kami di DPR RI akan memantau terus penyaluran bantuan untuk warga yang terdampak banjir bandang di Aceh,” imbuhnya.
Selain itu, Titiek juga mengingatkan agar diberikan pendampingan secara khusus untuk anak-anak yang terdampak banjir bandang, termasuk disiapkan trauma healing.
Dalam pernyataannya, Titiek juga mendorong adanya upaya relokasi terhadap warga yang berada di daerah rawan banjir. Hal ini dapat dieksekusi melalui Kementerian Sosial.
“Kemarin saya juga dari Aceh dan warga menyampaikan butuh rumah yang rusak akibat bencana, terhadap hal ini tentu perlu dipikirkan dalam penanganan jangka panjang,” ucapnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: