TODAY'S RECAP
Terseret Ombak, Pelajar 17 Tahun Asal Tangerang Ditemukan Tewas di Pantai PandeglangPemerintah Gelar Sidang Isbat Hari Ini, BMKG dan BRIN Rilis Data Hilal RamadhanKM Intim Teratai Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan, Tim SAR Evakuasi PenumpangAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat PilarTerseret Ombak, Pelajar 17 Tahun Asal Tangerang Ditemukan Tewas di Pantai PandeglangPemerintah Gelar Sidang Isbat Hari Ini, BMKG dan BRIN Rilis Data Hilal RamadhanKM Intim Teratai Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan, Tim SAR Evakuasi PenumpangAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat PilarTerseret Ombak, Pelajar 17 Tahun Asal Tangerang Ditemukan Tewas di Pantai PandeglangPemerintah Gelar Sidang Isbat Hari Ini, BMKG dan BRIN Rilis Data Hilal RamadhanKM Intim Teratai Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan, Tim SAR Evakuasi PenumpangAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat PilarTerseret Ombak, Pelajar 17 Tahun Asal Tangerang Ditemukan Tewas di Pantai PandeglangPemerintah Gelar Sidang Isbat Hari Ini, BMKG dan BRIN Rilis Data Hilal RamadhanKM Intim Teratai Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan, Tim SAR Evakuasi PenumpangAktor “The Godfather” Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 TahunHarga Batu Bara Sentuh Rekor Setahun di US$120, China Rapikan Sektor EnergiPanduan Lengkap Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih untuk RamadhanHarga Minyak Naik Menjelang Dialog AS-Iran, WTI Tembus US$64 per BarelPrabowo Hadiri Rapat Board of Peace Trump, DPR: Jangan Lupa Soal PalestinaBupati hingga Ketua DPRD Kumpul di Bakorwil, PWI Pamekasan Bahas Empat Pilar

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

17 Februari 2026

Cari berita

Digeledah Kejati, KBS: Satwa Tetap Dirawat, Operasional Tidak Terganggu

Poin Penting (3)
  • Manajemen KBS menjamin perawatan satwa tetap berjalan normal dan sesuai standar meski tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi
  • Kejati Jatim menggeledah KBS pada 5 Februari 2026 dan menyita empat kontainer dokumen serta menyegel sejumlah ruangan terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan periode 2013–2024
  • Operasional KBS untuk pengunjung tetap buka, pihak manajemen menghormati proses hukum dan menunggu penjelasan resmi dari kejaksaan

Resolusi.co, Surabaya – Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjamin kesejahteraan seluruh satwanya tidak terdampak meski tengah menghadapi proses hukum. Jaminan ini diberikan menyusul penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan.

Nurika Widyasanti, Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, menegaskan pemeliharaan satwa tetap berjalan sesuai standar.

“Perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama kami, seluruh kegiatan operasional dilaksanakan sesuai standar yang berlaku dan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya di KBS, Minggu (8/2).

Nurika mengatakan komitmen terhadap kesejahteraan satwa merupakan tanggung jawab KBS sebagai lembaga konservasi.

Tim penyidik Kejati Jatim telah melakukan penggeledahan di KBS pada Kamis (5/2) lalu. Operasi yang berlangsung dari pagi hingga larut malam itu menyasar sejumlah ruangan penting, termasuk kantor administrasi, ruang direksi, bagian keuangan, hingga ruang arsip.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan empat kontainer berisi tumpukan dokumen dan sejumlah perangkat elektronik milik jajaran direksi. Beberapa ruangan di bagian keuangan juga disegel.

John Franky Yanafia Ariandi, Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jatim, menyebutkan penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Nomor Print-339/M.5.5/Fd.2/02/2026.

“Penggeledahan ini dilakukan dalam rangka mencari dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan PD TSKBS,” kata John saat dikonfirmasi, Jumat (6/2).

Hasil penyidikan awal menemukan indikasi pengelolaan keuangan yang tidak sesuai peraturan. Praktik tersebut berpotensi merugikan negara dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.

Dugaan korupsi ini mencakup periode yang panjang, yakni dari tahun anggaran 2013 hingga 2024.

John memastikan penyidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan. Ia tidak menutup kemungkinan akan ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seluruh barang bukti yang telah diamankan akan diteliti dan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik,” tambahnya.

Nurika dari pihak KBS menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga mengapresiasi perhatian Kejati Jatim terhadap keberlangsungan satwa di KBS.

“Kami juga mengapresiasi perhatian dari Kejati Jatim yang tetap peduli terhadap keberlangsungan dan kesehatan satwa di KBS. Dan kami menghormati proses hukum yang memang sedang berlangsung,” ungkapnya.

Operasional KBS untuk umum tetap berjalan normal. Pelayanan terhadap pengunjung tidak mengalami gangguan karena prioritas utama KBS adalah perawatan satwa.

Sementara itu, beredar isu terkait hilangnya ratusan satwa di KBS. Kepala Seksi Humas PD TSKBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, mengaku baru mendengar informasi tersebut dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak mana pun.

“Saya baru mendengar informasi itu. Sampai sekarang belum pernah dikonfirmasikan kepada kami,” kata Lintang.

Lintang juga memastikan pihaknya masih menunggu penjelasan resmi dari kejaksaan terkait hasil dan tindak lanjut penggeledahan tersebut.