Diserang Keramik hingga Dahi Robek, Warga Bugih Pamekasan Tempuh Jalur Hukum

- Indayani (57) diduga dianiaya dua wanita bernama Nadia dan Sizah di Jalan Pintu Gerbang, Bugih, Pamekasan pada 23 Januari, mengakibatkan luka robek di dahi dan lecet di siku akibat dipukul keramik.
- Kejadian bermula dari cacian yang diterima korban saat melintas di depan rumah terlapor, yang kemudian berujung pertengkaran dan kekerasan fisik hingga korban tidak bisa beraktivitas normal.
- Korban resmi melaporkan kasus ke Polres Pamekasan dengan nomor STTLP/B/38/1/2026, sementara pihak kepolisian masih dalam tahap konfirmasi lebih lanjut ke unit Reskrim.
, Pamekasan – Indayani, perempuan berusia 57 tahun dari Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, menjadi korban dugaan penganiayaan di pinggir Jalan Pintu Gerbang, Bugih. Kejadian yang terjadi pada Jumat, 23 Januari sekitar pukul 10.30 WIB itu meninggalkan luka robek serius di wajahnya.
Video kondisi korban usai diduga dianiaya dua orang perempuan tersebar luas di media sosial sejak Jumat, 6 Februari.
Indayani secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan pada sore hari kejadian. Laporan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STTLP/B/38/1/2026/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur.
Dalam laporannya, Indayani menceritakan kronologi kejadian yang berawal saat dirinya berjalan kaki pulang sambil membawa belanjaan. Ketika melintas di depan rumah terlapor bernama Sizah, dia diduga mendapat cacian dari seorang perempuan bernama Nadia.
Merasa tidak terima, Indayani meletakkan barang belanjaannya di rumah lalu mendatangi rumah terlapor untuk menanyakan maksud perkataan tersebut. Adu mulut langsung terjadi dan berujung perkelahian fisik.
Menurut keterangan Indayani, Nadia diduga menjambak rambutnya dan memukul wajahnya. Tak lama kemudian, Sizah turut menghampiri dan diduga ikut menyerang dengan menjambak rambut korban serta memukul kepala korban menggunakan keramik.
“Mengalami luka robek di bagian dahi sebelah kanan, luka lecet di siku sebelah kanan serta luka lecet di bagian dahi dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya karena mengalami pusing,” kata Indayani dalam keterangan tertulis kepada polisi.
Fadli, suami korban, berharap polisi dapat memproses kasus ini secara hukum dengan tegas.
“Kami berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan bisa memberikan rasa keadilan,” ucapnya.
Kepala Seksi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih dalam tahap konfirmasi lebih lanjut terkait laporan tersebut.
“Saya tanyakan ke Reskrim,” kata IPDA Yoni kepada Pamekasan Channel.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: