Fantastis! Dana MBG Tembus Rp18 Triliun, Jangkau 58 Juta Penerima!

- BGN realisasikan anggaran Rp18 triliun per 20 Januari 2026, jangkau 58,3 juta penerima dengan 21.102 dapur SPPG dan dana operasional Rp855 miliar/hari
- Alokasi dana: 70% bahan baku, 20% operasional termasuk gaji relawan, 10% insentif mitra; seluruh infrastruktur SPPG dibiayai 100% oleh mitra
- Target 2026: bangun 28.000 SPPG aglomerasi dan 8.617 SPPG daerah terpencil, proyeksi 82,9 juta penerima dengan 21 miliar porsi hingga pertengahan tahun
, Jakarta – Badan Gizi Nasional mengumumkan penyerapan anggaran program makan bergizi gratis telah mencapai Rp18 triliun hingga Senin, 20 Januari 2026. Capaian ini menunjukkan progres signifikan dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang gizi masyarakat.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program ini telah menjangkau 58,3 juta penerima manfaat dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar per 19 Januari 2026. Pada periode yang sama, jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi program MBG telah mencapai 21.102 unit.
“Realisasi anggaran sampai hari ini [20 Januari 2026], itu sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun itu per 16 Januari [2026]. Per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun,” kata Dadan dalam rapat dengar pendapat Komisi IX DPR, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dadan menyebut BGN menjadi salah satu badan atau kementerian yang sudah bisa merealisasikan anggaran dengan nilai jumbo.
“Ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG-SPPG dan digunakan 70% untuk membeli bahan baku, 20% untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan, dan 10% untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam program makan bergizi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga menekankan 21.102 SPPG yang berdiri dan beroperasi tersebut 100% dibiayai oleh mitra.
“Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur badan gizi nasional untuk SPPG,” tambahnya.
Untuk tahun 2026, BGN menargetkan pembangunan 28.000 SPPG aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang. Proyeksi produksi mencapai 21 miliar porsi makan pada pertengahan tahun ini.
Dadan menjelaskan program MBG baru meluncur pada 6 Januari 2026 dengan 191 SPPG di 26 provinsi. Pada periode itu, BGN baru melayani sekitar 570.000 penerima manfaat dengan dana yang digunakan harian sebesar Rp8,55 miliar.
Pada 31 Desember 2025, BGN mencatat terdapat 19.188 SPPG dan melayani 55,1 juta penerima manfaat dengan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk makan bergizi Rp55,2 triliun. Angkanya melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun menjadi Rp55,2 triliun.
“Karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan dan total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar,” pungkasnya.
Mekanisme penyaluran anggaran dilakukan secara langsung dari kantor kas negara ke setiap SPPG tanpa melalui mekanisme birokrasi yang berbelit. Alokasi dana tersebut dibagi menjadi tiga komponen utama dengan proporsi yang telah ditetapkan secara ketat.
Sebanyak 70 persen dari total dana digunakan untuk pengadaan bahan baku makanan bergizi. Proporsi ini memastikan kualitas nutrisi yang diterima oleh penerima manfaat sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Komponen kedua sebesar 20 persen dialokasikan untuk biaya operasional termasuk kompensasi bagi relawan yang terlibat dalam penyiapan dan distribusi makanan. Sisanya 10 persen disediakan sebagai insentif untuk seluruh mitra yang bergabung dalam program makan bergizi.
Pembangunan infrastruktur SPPG yang sepenuhnya dibiayai mitra menjadi strategi pemerintah untuk mengoptimalkan anggaran. Dengan pola ini, dana negara dapat difokuskan sepenuhnya pada pembiayaan operasional dan pengadaan bahan makanan bergizi.
Target ambisius untuk tahun 2026 mencakup peningkatan cakupan layanan yang signifikan. Dengan penambahan ribuan SPPG baru, pemerintah optimis dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: