Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG Mojokerto Dijadwalkan Keluar Hari ini

- Hasil uji laboratorium dugaan keracunan MBG di Mojokerto diperkirakan keluar Senin.
- Dinkes menyoroti kemungkinan kontaminasi pada proses pengolahan, distribusi, atau cara konsumsi makanan.
- Sebanyak 261 siswa terdampak, 121 di antaranya sempat menjalani perawatan medis.
, Mojokerto – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan akan keluar pada Senin (12/1/2026). Hasil tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden yang menimpa ratusan pelajar di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini, menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap sampel makanan dan muntahan korban. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan kasus tidak hanya berfokus pada temuan bakteri semata, melainkan juga pada rantai penyebab terjadinya kontaminasi makanan.
“Yang terpenting bukan hanya bakteri apa yang ditemukan, tetapi mengapa bakteri itu bisa muncul. Apakah karena proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, atau cara konsumsi,” ujar Dyan.
Sambil menunggu hasil laboratorium, Dinkes Mojokerto telah mengeluarkan sejumlah imbauan pencegahan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG, sekolah, serta para siswa. SPPG diminta memperketat penerapan standar keamanan pangan, mulai dari pengolahan bahan makanan, kebersihan alat, hingga proses pengiriman ke sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga diminta memberikan edukasi kepada siswa terkait waktu konsumsi makanan MBG. Berdasarkan temuan sementara, sejumlah siswa diketahui tidak langsung mengonsumsi makanan, melainkan membawanya pulang. Kondisi tersebut berpotensi membuat makanan menjadi tidak layak konsumsi jika dibiarkan terlalu lama.
“Anak-anak perlu diedukasi untuk segera mengonsumsi makanan dan tidak memaksa makan jika aroma atau tampilan sudah berubah,” tambah Dyan.
Dinkes juga mengingatkan agar siswa dan pihak sekolah lebih waspada terhadap ciri-ciri makanan rusak, seperti bau menyengat atau perubahan warna, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sebagai informasi, kasus dugaan keracunan MBG ini terjadi pada Jumat (9/1/2026). Sebanyak 261 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari soto, telur, dan ayam bumbu kuning. Dari jumlah tersebut, 121 siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas.
Hingga saat ini, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil, sementara pihak terkait masih menunggu hasil resmi laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: