Menag Nasaruddin Umar Tiba di Hotel Borobudur untuk Pimpin Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H

- Menag Nasaruddin Umar tiba di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pukul 16.20 WIB untuk memimpin sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H, dengan hasil resmi diumumkan melalui konferensi pers sekitar pukul 19.05 WIB
- Sidang dipindah dari Kantor Kemenag ke Hotel Borobudur karena proyek pembangunan jalan di kawasan Thamrin membuat area parkir tidak memadai untuk menampung seluruh peserta sidang
- Pemerintah akan memutuskan kapan awal Ramadan versi resmi di tengah perbedaan antara Muhammadiyah yang menetapkan 18 Februari dan prediksi BRIN yang mengarah ke 19 Februari 2026
, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar tiba di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026) pukul 16.20 WIB. Kedatangannya menandai dimulainya rangkaian sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang akan ia pimpin malam ini.
Satu hal langsung mencolok: sidang kali ini tidak digelar di Kantor Kementerian Agama seperti biasanya.
Nasaruddin menjelaskan, perpindahan venue ke Hotel Borobudur bukan tanpa alasan. Proyek pembangunan jalan di depan Kantor Kemenag di kawasan Jalan Thamrin membuat akses parkir nyaris lumpuh.
“Karena pembangunan jalan raya di depan jalan Thamrin itu sedang dikerjakan oleh PU, jadi kita nggak ada parkir, bahkan sempit ya. Maka dikhawatirkan terganggu tidak ada tempat parkir,” ujar Nasaruddin Umar kepada wartawan.
Meski lokasi berbeda, ia memastikan tidak ada kendala teknis dalam persiapan sidang. Menurutnya, semua prosedur berjalan normal seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Persiapannya kita sudah selesai. Jadi seperti normatif, seperti tahun yang lalu, nggak ada masalah teknis, hanya tempatnya aja berbeda,” jelasnya.
Soal hasil sidang, Menag meminta publik bersabar menunggu pengumuman resmi usai seluruh proses berjalan.
“Tapi hasilnya nanti kita sampaikan setelah sidang isbat,” kata Nasaruddin.
Sidang isbat sendiri dijadwalkan berjalan dalam tiga tahap. Seminar posisi hilal dibuka lebih dulu pukul 16.30 WIB dan terbuka untuk umum. Sidang isbat yang bersifat tertutup dimulai pukul 18.30 WIB, setelah waktu magrib tiba. Hasilnya diumumkan melalui konferensi pers sekitar pukul 19.05 WIB.
Penentuan malam ini punya bobot lebih dari sekadar penetapan kalender. Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari, sementara BRIN memprediksi 19 Februari berdasarkan data posisi hilal yang belum memenuhi kriteria MABIMS pada 17 Februari. Hasil sidang isbat malam ini akan menjadi kata akhir dari pemerintah.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: