TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

16 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Megawati Kirim Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Serukan Visi Trisakti Bung Karno untuk Iran Ayam Rp40.000, Cabai Jauh di Bawah HET, Minyakita Turun Rp1.000: Hasil Sidak Mendag di Pasar Rawasari IHSG Dibuka Melemah 0,30% ke 7.115 di Awal Pekan, Pasar Lebih Khawatir Eskalasi Geopolitik ketimbang Janji Disiplin Fiskal Prabowo Dorong Kurikulum Koperasi Merah Putih di Sekolah, Chusni Mubarok: Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan Pakar: Trump Kehilangan Kendali dan Putus Asa Hadapi Iran Dari Persia untuk Dunia: Tiga Ilmuwan Iran yang Karyanya Jadi Rujukan Berabad-abad Perintah Presiden, Kapolri Jamin Lindungi Identitas Pemberi Informasi Kasus Andrie Yunus Trump Minta Inggris dan China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Cari berita

Ketegangan Memuncak! AS Bisa Serang Iran Akhir Pekan, Begini Kata Trump

Poin Penting (3)
  • AS siapkan serangan ke Iran akhir pekan ini dengan pengerahan masif kapal perang dan jet tempur meski Trump belum buat keputusan akhir
  • Trump minta pendapat penasihat dan sekutu soal tindakan militer setelah perundingan 3,5 jam AS-Iran dimediasi Oman berakhir tanpa resolusi jelas
  • Gedung Putih tegaskan diplomasi tetap jadi prioritas namun aksi militer jadi opsi, Iran diminta sampaikan rincian posisi negosiasi dalam beberapa pekan

Resolusi.co, Jakarta – Pengerahan militer Amerika Serikat secara masif di kawasan Timur Tengah yang mencakup kapal perang, jet tempur, dan pesawat pengisi bahan bakar dinilai meletakkan dasar bagi potensi serangan berkelanjutan terhadap Iran jika Presiden Donald Trump memberi perintah.

Trump yang memerintahkan serangan terhadap Iran tahun lalu telah berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer jika perundingan yang sedang berlangsung tidak mencapai kesepakatan pengganti untuk perjanjian nuklir yang dibatalkan Presiden AS itu sendiri pada tahun 2018 lalu.

Laporan media-media terkemuka AS seperti CNN dan CBS yang dilansir AFP, Kamis (19/2/2026), menyebut bahwa militer AS akan siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini meskipun Trump belum membuat keputusan akhir.

Gedung Putih menurut sejumlah sumber yang dikutip CNN telah diberi pengarahan bahwa militer dapat siap melancarkan serangan pada akhir pekan setelah peningkatan signifikan dalam pengerahan aset-aset angkatan udara dan angkatan laut di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Namun salah satu sumber memperingatkan bahwa Trump secara pribadi telah berargumen baik mendukung atau menentang tindakan militer terhadap Iran dan meminta pendapat para penasihat serta sekutu-sekutunya tentang langkah terbaik yang harus diambil.

Para pejabat keamanan nasional AS menggelar pertemuan di Situation Room di Gedung Putih pada Rabu (18/2) waktu setempat untuk membahas situasi di Iran. Trump juga telah mendapatkan pengarahan oleh utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner tentang pembicaraan tidak langsung mereka dengan Iran di Swiss pada Selasa (17/2).

Sejauh ini belum diketahui secara jelas apakah Trump akan mengambil keputusan pada akhir pekan.

“Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini,” kata salah satu sumber yang dikutip CNN.

Para negosiator AS dan Iran bertukar catatan selama 3,5 jam dalam perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman pada Selasa (17/2) meskipun pembicaraan diakhiri tanpa resolusi yang jelas. Negosiator utama Teheran mengatakan kedua pihak menyepakati serangkaian prinsip panduan namun seorang pejabat AS menyebut masih banyak detail yang perlu dibahas.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Rabu (18/2) bahwa Iran diperkirakan akan menyampaikan rincian lebih lanjut tentang posisi negosiasinya dalam beberapa pekan ke depan. Namun Leavitt tidak mengatakan apakah Trump akan menunda aksi militer selama jangka waktu tersebut.

Saat berbicara kepada wartawan, Leavitt menegaskan bahwa Trump selalu mengutamakan diplomasi meskipun aksi militer juga tetap menjadi opsi.

“Presiden selalu sangat jelas, terkait dengan Iran atau negara mana pun di dunia, diplomasi selalu menjadi pilihan pertamanya, dan Iran akan sangat bijak jika membuat kesepakatan dengan Presiden Trump dan pemerintahan ini,” ucapnya.

Leavitt menambahkan Trump berbicara dengan banyak orang terutama tim keamanan nasionalnya namun dia juga mengatakan ada banyak alasan dan argumen yang dapat diajukan untuk serangan terhadap Iran.

Pernyataan-pernyataan tidak jelas itu semakin meningkatkan kekhawatiran akan konflik militer AS dan Iran meskipun para pejabat kedua negara tampak mengharapkan adanya solusi diplomatik.

Selain kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang AS lainnya, kapal induk USS Gerald R Ford yang merupakan kapal induk tercanggih dalam persenjataan AS dapat tiba di kawasan Timur Tengah paling cepat akhir pekan ini.