Mengerikan! Longsor di Pamekasan Terus Meluas, 64 Jiwa Terancam Longsor Susulan

, PAMEKASAN – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terus menunjukkan dampak yang semakin serius. Jumlah rumah yang mengalami kerusakan bertambah menjadi 16 unit, meningkat dari laporan awal yang menyebutkan 13 unit rumah.
BPBD Pamekasan melaporkan bencana ini telah berdampak pada 64 jiwa dari 13 kepala keluarga yang kini harus mengungsi demi keselamatan. Sebagian besar korban telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko longsor susulan.
“Sebab berdasarkan pengamatan tim, gerakan tanah di sekitar lokasi kejadian hingga saat ini masih terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi.
Kondisi geografis wilayah tersebut memang rentan terhadap bencana serupa. Luas area yang terdampak tanah gerak dan longsor mencapai 3.483 meter persegi, menunjukkan skala bencana yang cukup besar.
Kerusakan rumah-rumah warga sangat bervariasi. Beberapa mengalami dinding dan lantai yang terbelah, sementara yang lain mengalami fondasi bangunan yang ambles akibat pergerakan tanah masif.
Pergerakan tanah ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu, 17 Januari 2026. Awalnya, 12 rumah dilaporkan rusak di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung.
Bencana ini juga sempat menutup akses jalan lintas desa. Namun, petugas telah melakukan evakuasi material longsor untuk memulihkan jalur transportasi warga.
Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan TNI terus melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Mereka tidak hanya fokus menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan keselamatan warga melalui upaya evakuasi dan mitigasi risiko.
Bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan dasar lainnya terus didistribusikan kepada para pengungsi. Petugas juga menghimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi untuk segera mengungsi meskipun rumah mereka belum rusak.
Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah preventif mengingat gerakan tanah di sekitar lokasi masih aktif terjadi. Koordinasi antara BPBD, TNI, dan Polri menjadi kunci untuk memastikan respons cepat dan efektif.
Pihak BPBD Pamekasan telah melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Laporan tersebut bertujuan untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut dalam penanganan korban terdampak longsor.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: