TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Modal Rp300 Miliar, BTPN Syariah Ventura Tutup Setelah Hanya 3 Tahun Beroperasi

Poin Penting (3)
  • BTPN Syariah Ventura resmi dilikuidasi setelah RUPSLB menyepakati pembubaran, dengan keputusan diumumkan 14 Januari 2026 dan izin usaha dikembalikan ke OJK
  • Perusahaan modal ventura syariah ini didirikan 2022 dengan modal Rp300 miliar, beroperasi sejak Mei 2022 dan pernah mendanai startup Dagangan senilai US$6,6 juta
  • Pembubaran dilakukan untuk penyederhanaan struktur agar BTPN Syariah lebih efisien, dengan tetap menjaga komitmen melayani ekosistem masyarakat inklusi

Resolusi.co, JAKARTA – PT BTPN Syariah Ventura secara resmi mengumumkan pembubaran dan likuidasi perusahaan pada 14 Januari 2026. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah dituangkan dalam akta tertanggal 1 Agustus 2025.

Dalam rapat tersebut, kedua pemegang saham yakni PT Bank BTPN Syariah Tbk dan Bank SMBC Indonesia (BTPN) menyepakati rencana likuidasi. Perusahaan akan mengajukan permohonan pencabutan izin usaha kepada Otoritas Jasa Keuangan.

RUPSLB juga memutuskan penunjukan akuntan publik dan Kantor Akuntan Publik untuk melaksanakan pemeriksaan neraca penutupan. Pemeriksaan tersebut diperlukan dalam rangka proses likuidasi perusahaan.

“Kami percaya bahwa penyederhanaan struktur ini, akan membuat BTPN Syariah lebih adaptif, efisien serta berkelanjutan,” kata Direktur Keuangan BTPN Syariah Fachmy Ahmad kepada Bisnis.

Fachmy menegaskan bahwa keputusan menutup anak usaha ini tidak mengurangi komitmen bank dalam mewujudkan ekosistem yang melayani masyarakat inklusi. Penyederhanaan struktur dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi.

PT BTPN Syariah Ventura berdiri pada 2022 dengan modal yang ditempatkan mencapai Rp300 miliar. Menurut keterbukaan informasi PT Bank BTPN Syariah Tbk saat peluncuran, entitas modal ventura syariah ini memiliki modal dasar sebesar Rp500 miliar.

Pembentukan anak usaha tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis untuk memperkuat ekosistem digital. Manajemen perseroan menyatakan bahwa pendirian entitas anak ditujukan untuk menunjang kegiatan usaha dan mewujudkan aspirasi BTPN Syariah dalam membangun ekosistem digital bagi segmen yang dilayani.

Berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-23/D.05/2022 tanggal 20 Mei 2022, PT BTPN Syariah Ventura memperoleh izin usaha sebagai perusahaan modal ventura syariah. Perusahaan ini efektif beroperasi mulai 30 Mei 2022.

Susunan kepemilikan saham PT BTPN Syariah Ventura terdiri dari PT Bank BTPN Syariah Tbk dengan 2,97 miliar saham senilai Rp297 miliar atau 99 persen. Sisanya sebanyak 30 juta saham dengan nilai nominal Rp3 miliar atau sekitar 1 persen dimiliki oleh PT Bank BTPN Tbk.

Tidak lama setelah beroperasi, BTPN Syariah Ventura mengumumkan pendanaan pertamanya. Perusahaan modal ventura syariah ini mengucurkan dana kepada startup rural e-commerce Dagangan senilai US$6,6 juta atau setara Rp95,4 miliar.

Dagangan yang bermarkas di Yogyakarta menggunakan model hub-and-spoke dalam operasional bisnisnya. Perusahaan rintisan tersebut membangun pusat pengadaan kebutuhan pokok atau micro fulfillment center di kota-kota tier 3-4 dan wilayah pedesaan untuk membuat biaya logistik bagi ultra mikro menjadi lebih efisien.