Petugas Haji 2026 Digembleng Ala Militer, Ini Alasan Mengejutkannya!

- Kementerian Haji dan Umrah menerapkan pelatihan semi militer untuk petugas haji 2026 guna memastikan kesiapan fisik, disiplin, dan pemahaman medan
- Program ToT fasilitator telah dilaksanakan 5-8 Januari 2026, diikuti diklat PPIH Arab Saudi pada 10 Januari-8 Februari 2026 secara luring dan daring
- Sebanyak 4.377 dari 4.418 petugas haji telah teregistrasi di Masar Nusuk untuk penyelenggaraan haji pertama di bawah Kementerian Haji dan Umrah
, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan program pelatihan khusus bagi pendamping jemaah haji tahun 1447 Hijriah. Metode yang diterapkan dalam pembinaan tersebut mengadopsi sistem semi militer.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan mengungkapkan bahwa program training of trainer (ToT) untuk fasilitator telah berlangsung pada 5-8 Januari 2026. Lokasi kegiatan berada di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
“Kenapa lakukan semi militer, karena petugas haji memerlukan fisik siap, disiplin yang siap, dan pemahaman medan bagi petugas haji kita,” kata Irfan saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1/2026).
Menurut Irfan, pembinaan yang diberikan tidak sekadar menekankan aspek teknis semata. Kementerian juga fokus pada penguatan sumber daya manusia, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kompetensi dalam memberikan pelayanan.
Pendidikan dan pelatihan bagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dijadwalkan berlangsung secara luring pada 10-30 Januari 2026. Selanjutnya, program dilanjutkan secara daring mulai 2-8 Februari 2026.
Data Kementerian menunjukkan sebanyak 4.377 dari total 4.418 petugas haji telah terdaftar dalam sistem Masar Nusuk. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ibadah haji pertama yang ditangani langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah sejak pembentukannya pada Agustus 2025.
“Kami sadari, haji adalah amanah besar, menuntut integritas kesungguhan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah,” tambah Irfan.
Menteri menegaskan bahwa pelaksanaan haji tahun ini berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Kementerian juga mengupayakan sinergi optimal antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung kelancaran ibadah haji.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: