TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Rekor Baru! IHSG Terbang ke Level 9.007 Pagi Ini, BREN Melesat 5,98%

Poin Penting (3)
  • IHSG dibuka tembus level 9.007,05 naik 0,58% (51,13 poin) didorong BREN melesat 5,98% ke Rp9.750, BRMS naik 2,09% ke Rp1.220, dan TLKM menguat 1,66% ke Rp3.680 dengan transaksi Rp1,47 triliun
  • Penguatan IHSG didukung kepastian implementasi program B40 tahun ini dan B50 semester II-2026 yang positif untuk saham perkebunan CPO, plus net buy asing Rp1,45 triliun kemarin
  • Phintraco Sekuritas prediksi IHSG berkonsolidasi 8.840-9.000 dengan support 8.730 dan resistance 9.000, rekomendasi saham hari ini: BBNI, BMRI, PGEO, JPFA, ISAT dari Phintraco dan MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, ENRG dari BNI Sekuritas

Resolusi.co, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Sejumlah saham berkapitalisasi pasar terbesar menjadi penggerak utama kenaikan ini, terutama BREN, BRMS, dan TLKM.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.01 WIB, IHSG dibuka menguat 0,58 persen atau naik 51,13 poin ke level 9.007,05. Pada awal perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 8.997,1 hingga 9.021,14.

Pasar langsung bergerak cepat dengan transaksi mencapai 2,49 miliar saham senilai Rp1,47 triliun pada pembukaan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.388 triliun pada awal sesi perdagangan.

Penguatan IHSG didorong oleh 352 saham yang dibuka menguat. Sementara itu, sebanyak 134 saham dibuka melemah dan 472 saham belum mengalami perubahan.

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar jumbo yang mencatatkan kenaikan signifikan di pembukaan perdagangan antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melonjak 5,98 persen ke level Rp9.750. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 2,09 persen ke Rp1.220.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mengalami penguatan sebesar 1,78 persen ke Rp2.860. Begitu pula dengan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik 0,15 persen ke Rp17.125.

Beberapa saham lain yang turut menguat adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang dibuka naik 2,93 persen ke Rp1.580. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 2,59 persen ke Rp1.980.

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik tipis 0,01 persen ke Rp218.400. Sementara itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menguat 0,96 persen ke Rp13.100.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kenaikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 1,66 persen ke Rp3.680 pada awal perdagangan.

Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pada perdagangan Selasa (13/1), IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke 8.948. Namun, terjadi penyempitan histogram positif MACD dan Stochastic RSI mengalami penurunan ke arah pivot.

Melalui analisis teknikal tersebut, IHSG pada hari ini diperkirakan masih akan berkonsolidasi pada kisaran 8.840-9.000, selama tidak ditutup di atas level 9.000.

“Koreksi IHSG masih wajar selama tidak ditutup di bawah level 8.730. Sementara itu rupiah berlanjut melemah di level Rp16.877 per dolar AS di pasar spot, seiring dengan penguatan indeks dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang di Asia,” tulis sekuritas dalam risetnya, Rabu (14/1/2026).

Sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan pasar modal hari ini antara lain adalah kepastian pemerintah menjalankan program mandatori campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen atau B40 pada BBM solar yang akan direalisasikan pada tahun ini.

Sementara itu, kebijakan B50 masih dalam tahap kajian lebih lanjut yang diharapkan akan siap untuk diimplementasikan pada semester kedua 2026.

“Penerapan B40 dan B50 ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan berpengaruh positif terhadap pengembangan energi bersih. Kebijakan ini berpotensi menjadi faktor positif bagi fundamental saham sektor perkebunan CPO,” tulis sekuritas.

Pasar juga mencermati perkembangan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks. Dari Tiongkok, investor akan mencermati data trade balance Desember 2025 yang diperkirakan membukukan surplus US$105 miliar dari US$111,68 miliar pada November 2025.

Dari Amerika Serikat, akan dirilis indeks Producer Price Index (PPI) untuk Oktober dan November 2025. Selain itu, juga akan dirilis data retail sales pada November 2025 yang diperkirakan tumbuh 0,3 persen secara bulanan (MoM) dari bulan sebelumnya yang stagnan.

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di level support 8.730 dan resistance di 9.000. Saham yang menjadi rekomendasi hari ini adalah BBNI, BMRI, PGEO, JPFA, dan ISAT.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, mengatakan IHSG kemarin ditutup naik 0,72 persen, disertai dengan net buy asing sekitar Rp1,45 triliun. Saham yang paling banyak dibeli investor asing adalah INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM.

“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang bertahan di support 8.860—8.900 dan resistance 8.970—9.000,” tulisnya dalam riset.

Pada hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, dan ENRG untuk dicermati investor sebagai trading idea.

Para analis mengingatkan bahwa meski IHSG sedang dalam tren positif, investor tetap perlu waspada terhadap dinamika pasar global. Penguatan indeks dolar AS dan pelemahan mata uang Asia termasuk rupiah menjadi faktor yang perlu dipantau secara cermat.

Selain itu, pergerakan saham-saham konglomerat yang sempat mengalami profit taking pada perdagangan sebelumnya juga menjadi perhatian khusus. Volatilitas tinggi pada saham-saham ini dapat mempengaruhi pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Analis menekankan pentingnya memperhatikan level-level krusial baik support maupun resistance untuk menentukan strategi trading. Penutupan di atas level 9.000 akan menjadi sinyal positif untuk kelanjutan penguatan IHSG dalam beberapa hari ke depan.