TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

“Saya Merasa Saya Bisa” – Thomas Djiwandono Tanggapi Soal Tanpa Pengalaman Moneter Jadi Deputi Gubernur BI

Poin Penting (3)
  • Thomas Djiwandono akui tidak punya pengalaman moneter namun merasa mampu menjalankan tugas Deputi Gubernur BI berbekal pengalaman fiskal 1,5 tahun di Kemenkeu
  • Thomas menegaskan jika merasa kurang, ia lebih baik tidak maju, dan yakin bisa melengkapi kompetensi dewan gubernur BI
  • Ia menyebut penerimaannya sebagai Deputi Gubernur BI adalah kesempatan pengabdian di tempat lain, bukan karena ambisi pribadi

Resolusi.co, JAKARTA – Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih periode 2026-2031, Thomas Djiwandono, mengakui tidak memiliki pengalaman di bidang moneter. Namun ia meminta publik untuk melihat rekam jejaknya sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 18 Juli 2024.

“Memang kalau dilihat dari rekam jejak harus dari orang moneter, saya nggak ada itu. Cuma sekali lagi, rekam jejak saya selama 1,5 tahun di Kemenkeu silakan dilihat,” kata Thomas di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu merasa pengalaman fiskal yang dimilikinya cukup dalam untuk melengkapi anggota dewan gubernur BI yang lain. Thomas optimis bisa menyesuaikan dengan pekerjaan barunya.

“Bahwa saya tidak punya pengalaman moneter, saya tidak bisa pungkiri, tapi saya memiliki beberapa kapabilitas yang lain yang bisa melengkapi dan saya masuk dengan pengalaman saya di fiskal yang cukup, apa ya, 1,5 tahun ini kan cukup dalam. Jadi ini hal-hal yang menurut saya, saya membawa hal-hal yang bisa melengkapi,” imbuhnya.

Thomas merasa tidak adanya pengalaman di bidang moneter bukan suatu kekurangan. Ia bahkan menegaskan jika merasa kurang, lebih baik tidak maju.

“Kalau itu saya merasa kurang, saya lebih baik nggak maju. Saya merasa saya bisa,” tambahnya.

Thomas juga mengungkapkan alasan dirinya setuju menjadi Deputi Gubernur BI. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk mengabdi di tempat lain.

“Saya merasa mungkin ini lebih sesuatu kesempatan di mana saya bisa mengabdi di tempat lain. Tetap ini di urusannya ekonomi, yang tadinya fiskal, kita sekarang bicara moneter,” katanya.

Ia menegaskan bukan karena keinginan pribadi, tetapi karena ada kesempatan yang terbuka.

“Saya nggak melihat saya kepengin, bukan itu, tapi karena ada kesempatan ini, ini kesempatan yang terbuka, sekali lagi ini pengabdian lagi. Sama saja saya pengabdian di Kemenkeu. Siapa pun yang akan masuk sebagai pejabat pemerintah, saya rasa punya sudut pandang tersebut,” jelas Thomas.

Penunjukan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI menuai sorotan dari berbagai kalangan. Banyak yang mempertanyakan kualifikasi dan pengalamannya di bidang moneter, mengingat posisi ini sangat strategis dalam menentukan kebijakan ekonomi makro Indonesia.

Namun Thomas tampak percaya diri dengan bekal pengalaman fiskal selama setahun setengah di Kementerian Keuangan. Ia menganggap pengalaman tersebut cukup untuk melengkapi kompetensi anggota dewan gubernur BI yang lain.

Pernyataan Thomas yang menyebut dirinya “bisa” meski tanpa pengalaman moneter mencerminkan keyakinan pribadi yang tinggi. Publik kini menanti bagaimana ia akan membuktikan kemampuannya di posisi baru tersebut.

Perpindahan Thomas dari ranah fiskal ke moneter memang bukan hal yang mustahil. Namun tantangannya tentu tidak ringan mengingat kompleksitas kebijakan moneter yang berbeda dengan fiskal.

Sebagai keponakan presiden, Thomas juga harus membuktikan bahwa penunjukannya murni berdasarkan kompetensi, bukan sekadar kedekatan keluarga. Ini akan menjadi ujian tersendiri baginya di mata publik.