Strategi Warren Buffett untuk Menikmati Masa Pensiun yang Sejahtera dan Aman Finansial
- Warren Buffett menyarankan pensiunan untuk mengubah pandangan bahwa pensiun adalah waktu berhenti bekerja, dan tetap aktif bahkan di usia 92 tahun sebagai CEO Berkshire Hathaway.
- Buffett mengingatkan pentingnya menjaga keamanan finansial pribadi terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan kepada keluarga, dengan jumlah yang cukup namun tidak berlebihan agar tetap produktif.
- Strategi investasi Buffett untuk pensiunan adalah mengalokasikan 90% portofolio ke dana indeks S&P 500 berbiaya rendah, cara sederhana yang efisien menghindari biaya berlebihan dan memaksimalkan hasil investasi.
, JAKARTA – Investor kawakan dunia dan CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, membagikan tips untuk dapat menikmati masa pensiun dengan sejahtera. Buffett menyarankan untuk mengubah cara pandang bahwa pensiun adalah waktu berhenti bekerja dan bersantai, karena menurutnya fase tersebut seharusnya menjadi babak baru dalam kehidupan.
Biasanya masa pensiun menjadi waktu seseorang menghadapi masalah kesehatan yang membuat kualitas hidup menurun, bahkan memperpendek usia. Namun hal ini tidak berlaku bagi Buffett. Dia tetap memimpin perusahaannya meskipun telah berusia 92 tahun dan tetap bersemangat bekerja.
Bahkan pola makan tidak sehatnya yang sangat terkenal, yakni gemar mengonsumsi cheeseburger, es krim, dan Coca-Cola, tidak menghentikan dirinya untuk tetap produktif.
Kepada para pensiunan, dia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan finansial. Buffett menyarankan untuk tidak sepenuhnya meninggalkan dukungan keuangan pada keluarga, namun terlebih dahulu memastikan keuangan sendiri tetap terjaga dengan baik.
Jika terlalu banyak memberikan bantuan kepada anggota keluarga, mereka bisa terjebak dalam masalah keuangan yang sulit pulih karena tidak ada sumber pendapatan saat pensiun.
Terkait jumlah yang harus diberikan, Buffett tidak menyebutkan angka pasti. Namun dalam bukunya “Tap Dancing to Work: Warren Buffett on Practically Everything, 1966-2013”, dia hanya mengatakan ‘cukup banyak untuk melakukan apa pun, namun tidak begitu banyak sehingga mereka tidak melakukan apa-apa’.
Buffett juga memberikan nasihat tentang strategi investasi, salah satunya berinvestasi pada dana indeks S&P 500. Strateginya sederhana, tidak seperti kebanyakan orang, yakni membeli dana indeks berbiaya rendah.
Sebagai pensiunan, tetap relevan memiliki dana di saham. Dia menyarankan agar 90% portofolio investasi, bahkan setelah meninggal, dialokasikan untuk dana indeks S&P 500.
Menurutnya, cara ini efisien untuk menghindari biaya berlebihan dalam akun investasi karena dapat mengurangi hasil akhir investasi seiring berjalannya waktu.
Sejumlah penasihat berpendapat alokasi 90% ala Buffett terlalu besar, khususnya untuk orang-orang yang telah memasuki usia pensiun.
Namun Buffett mengatakan para penasihat memiliki insentif membuat investasi lebih rumit agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang.
Saat semua orang menyadari betapa sederhananya investasi, dia mengatakan 90% pendapatan penasihat itu akan hilang.
Dalam sebuah kesempatan, dia juga pernah mengkritik soal penasihat keuangan. Disebutnya, dia akan bertaruh pada monyet dibandingkan penasihat keuangan.
“Anda bisa menggunakan monyet yang melempar dart ke halaman pasar saham, dan setelah menghilangkan biaya manajemen, saya akan bertaruh pada monyet-monyet itu dibanding penasihat keuangan,” ujarnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: