IHSG Diprediksi Masih Tertekan Pascalibur Lebaran, Analis Waspadai Volatilitas di Awal Sesi

- IHSG diprediksi masih tertekan pada perdagangan Rabu (25/3/2026) pascalibur Lebaran, dengan rentang koreksi 6.745 hingga 6.887 menurut analis MNC Sekuritas.
- KISI Sekuritas memperingatkan risiko gap down dan volatilitas tinggi di awal sesi akibat akumulasi sentimen global selama periode libur, termasuk ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan The Fed.
- Meski demikian, sejumlah analis masih melihat peluang technical rebound terbatas dengan potensi menguji resistance di level 7.200, didukung faktor musiman dan penguatan bursa regional.
, Jakarta – Perdagangan saham kembali bergulir setelah libur panjang Lebaran. Tapi para analis tidak terlalu optimistis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan tekanan pada sesi perdagangan Rabu (25/3/2026), dengan rentang koreksi yang diperkirakan menyentuh 6.745 hingga 6.887.
Tim analis PT MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam pola gelombang teknikal yang belum selesai. Mereka menyebut indeks masih bergerak dalam struktur koreksi, dengan level support di kisaran 6.991 hingga 6.843 dan resistance di 7.156 sampai 7.239.
“Terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.745-6.887. Adapun area penguatan terdekat berikutnya berada di 7.176-7.238,” tulis tim analis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Sebelum pasar libur, IHSG sempat menguat 1,2% ke level 7.106 pada Selasa, 17 Maret 2026, yang sekaligus menjadi penutupan terakhir sebelum periode libur panjang. Namun secara mingguan, indeks masih turun 0,43% dari posisi 7.137 ke 7.106. Pada level intraday, tekanan terlihat lebih dalam, dengan posisi terendah menyentuh 6.917 atau turun 3,01%.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi memperingatkan potensi gap down saat bursa kembali dibuka.
“Range IHSG 7.000 hingga 7.200. Rawan koreksi gap down dan volatilitas tinggi di awal sesi karena pricing in akumulasi sentimen global selama libur,” kata Wafi.
Sentimen global selama libur memang tidak sedikit. Eskalasi konflik di Timur Tengah, ketidakpastian arah suku bunga The Federal Reserve, serta fluktuasi harga komoditas energi menjadi variabel yang terakumulasi dan belum sepenuhnya tercermin dalam harga.
Di sisi lain, Hendra Wardana, Founder Republik Investor, melihat celah untuk technical rebound. Ia menilai pola pascalibur panjang kerap mendorong aliran dana kembali masuk ke pasar setelah sebelumnya investor melakukan profit taking dan cenderung menahan diri.
“Dengan kombinasi sentimen global yang mulai membaik, penguatan bursa Amerika dan Asia, serta faktor musiman pasca Lebaran, maka IHSG berpeluang bergerak menguat namun dalam range terbatas dengan potensi menguji area resistance di level 7.200,” ujar Hendra.
Ada jarak yang cukup lebar antara proyeksi pesimistis dan optimistis dari para analis, yakni antara 6.745 dan 7.200. Celah itu mencerminkan betapa pasar masih belum punya panduan yang jelas, terutama karena sentimen global terus bergerak selama pasar domestik tutup hampir dua pekan.
Untuk pilihan saham, MNC Sekuritas merekomendasikan empat emiten: PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: