PKS Bongkar Kejanggalan: Listrik Aceh Tamiang Hidup Cuma Pas Ada Prabowo
- PKS soroti kejanggalan listrik yang sempat menyala saat kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang, tapi padam lagi setelah kunjungan selesai.
- Listrik menjadi kunci pemulihan, tidak hanya soal penerangan tetapi juga untuk pompa air bersih, komunikasi, dan kerja tim medis serta relawan.
- Desakan segera pulihkan listrik, PKS minta Menteri ESDM dan PLN klarifikasi serta berkolaborasi dengan pemerintah untuk percepat pemulihan.
, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan PLN untuk segera memulihkan pasokan listrik di wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Desakan ini disampaikan menyusul adanya kejanggalan terkait kondisi kelistrikan di Aceh Tamiang.
Kepala Kantor Staf Presiden PKS Pipin Sopian menyoroti fenomena aneh, di mana listrik sempat menyala saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung, namun kembali padam setelah kunjungan usai. Ia meminta klarifikasi resmi dari pemerintah terkait hal ini.
“Ini aneh, kenapa itu bisa terjadi? Saya minta kepada Menteri ESDM dan PLN agar mengklarifikasi hal ini. Termasuk dipasangnya tenda-tenda BNPB menjelang kehadiran Presiden. Padahal, belasan hari pascabanjir tidak ada. Saya yakin hal ini tidak diinginkan Presiden Prabowo,” ujar Pipin.
Desakan tersebut disampaikan setelah rombongan PKS yang dipimpin Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf turun langsung ke Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan dan merasakan langsung kondisi warga korban bencana. Pipin mengungkapkan, warga menghadapi kesulitan nyata akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan.
“Saya merasakan bahwa kesulitan masyarakat nyata. Kami sudah melihat dan mendengar langsung keluhan warga. Listrik mati. Itu bukan hanya masalah gelap, tapi menghentikan pompa air bersih, menghambat komunikasi, dan mengganggu pemulihan pascabencana,” terang Pipin.
Menurutnya, pemulihan pasokan listrik menjadi kunci utama dalam mempercepat bangkitnya kehidupan warga serta mengoptimalkan kerja relawan kemanusiaan dan tim medis di lapangan. Tanpa listrik, warga kesulitan mendapatkan informasi dan aktivitas pemulihan menjadi terhambat.
“Tolong jangan main-main. Segera nyalakan listrik di daerah banjir. Tanpa listrik, warga menderita di malam hari, informasi sulit didapat, dan pekerjaan tim medis serta relawan kemanusiaan menjadi terhambat,” imbuh Pipin.
PKS menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna mencari solusi tercepat agar warga dapat kembali beraktivitas normal. Bencana banjir dan longsor di Aceh telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta memutus akses listrik, air bersih, dan komunikasi di berbagai wilayah.
PLN sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas terhambatnya pemulihan listrik pascabencana. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, kerusakan masif pada sistem kelistrikan Aceh—termasuk robohnya enam tower transmisi—membuat proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: