BCA Perketat Seleksi Debitur UMKM untuk Jaga Kualitas Kredit di Tengah Dinamika Ekonomi
- BCA perketat seleksi debitur UMKM dengan monitoring berkala dan edukasi pelaku usaha untuk jaga kualitas portofolio kredit dan kelola risiko NPL secara optimal
- Kredit BCA per November 2025 capai Rp921 triliun dengan pendekatan pruden dan kehati-hatian yang akan terus diterapkan hingga 2026
- Kredit UMKM perbankan masih terkontraksi meski kredit nasional tumbuh 7,74% YoY mencapai Rp8.315 triliun dengan NPL gross terkendali di 2,21%
, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memperketat proses seleksi debitur. Langkah ini diambil di tengah dinamika perekonomian nasional yang terus berubah.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa kinerja UMKM sepanjang 2025 berjalan sejalan dengan kondisi ekonomi nasional yang dipengaruhi berbagai faktor internal maupun eksternal. Dalam kondisi tersebut, BCA tetap mendukung pertumbuhan UMKM melalui penyaluran kredit yang dilakukan secara pruden.
“BCA senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di berbagai sektor, termasuk UMKM, dengan penyaluran kredit berkualitas yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko,” ujar Hera, Selasa (13/1/2026).
Menurut Hera, setiap segmen usaha memiliki karakteristik risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perseroan menerapkan proses seleksi debitur sesuai ketentuan yang berlaku, disertai monitoring berkala terhadap kinerja usaha debitur serta penguatan edukasi bagi pelaku UMKM.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas portofolio kredit tetap terjaga sekaligus mengelola risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) secara optimal. BCA juga menerapkan pendekatan adaptif dan terukur, termasuk asesmen yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing debitur UMKM.
Pendekatan kehati-hatian ini akan terus diterapkan pada 2026 seiring dengan upaya BCA menjaga pertumbuhan kredit yang berkelanjutan. Per November 2025, kredit BCA secara bank only tercatat mencapai Rp921 triliun dan perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.
BCA menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas dalam mendorong pembiayaan UMKM yang sehat. Ke depan, perseroan akan terus menyalurkan pembiayaan UMKM sesuai regulasi yang berlaku dengan tetap memperhatikan kualitas aset dan manajemen risiko.
Adapun pada November 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan mencapai Rp8.315 triliun, tumbuh 7,74% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini meningkat dari bulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 7,36%.
Menurut jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi yang tumbuh 6,67%, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 2,04% (YoY). Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12% (YoY).
Sementara itu, kredit UMKM masih menghadapi tantangan yang cukup berat dan dalam kondisi terkontraksi. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 12,03% (YoY) menjadi Rp9.899,07 triliun.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,21% dibandingkan dengan November 2024 yang sebesar 2,19%, dan NPL net 0,86% dibandingkan November 2024 sebesar 0,75%.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: