GPT-5.2 OpenAI Pakai Grokipedia Milik Elon Musk untuk Referensi Topik Sensitif

- Model AI GPT-5.2 dari OpenAI ketahuan menggunakan Grokipedia milik xAI sebagai sumber referensi saat menjawab pertanyaan sensitif seperti keterlibatan Iran dengan perusahaan telekomunikasi dan sosok sejarawan Richard Evans.
- Grokipedia punya rekam jejak bermasalah karena beberapa kali mencantumkan sitasi dari forum neo-Nazi dan kerap mengutip sumber meragukan menurut studi peneliti AS.
- OpenAI membela sistemnya dengan klaim sudah memasang filter keamanan untuk jaga integritas konten, meski penggunaan Grokipedia tetap menimbulkan risiko kredibilitas.
, JAKARTA – OpenAI memasarkan model terbarunya, GPT-5.2, sebagai model paling canggih untuk kebutuhan profesional. Namun investigasi The Guardian menemukan fakta mengejutkan: ChatGPT ternyata memakai Grokipedia, ensiklopedia daring milik xAI, untuk menjawab pertanyaan kontroversial.
Temuan itu muncul saat reporter mengajukan pertanyaan terkait keterlibatan pemerintah Iran dengan perusahaan telekomunikasi MTN-Irancell. ChatGPT langsung merujuk Grokipedia sebagai sumber.
Tak cuma soal Iran, GPT-5.2 juga mengutip platform milik Elon Musk itu saat membahas Richard Evans. Evans adalah sejarawan Inggris yang jadi saksi ahli dalam gugatan fitnah terhadap David Irving, penyangkal Holocaust.
Yang bikin aneh, ChatGPT justru tidak pakai Grokipedia ketika ditanya soal bias media terhadap Donald Trump atau topik kontroversial lainnya. Pola ini menunjukkan penggunaan sumber yang selektif dan tidak konsisten.
GPT-5.2 diluncurkan Desember 2025 dengan klaim mampu menangani tugas kompleks seperti pengolahan spreadsheet dan kebutuhan profesional lain. Tapi integrasi informasi dari Grokipedia justru memunculkan risiko kredibilitas.
Grokipedia sendiri sebelumnya sudah beberapa kali kena sorot karena mencantumkan sitasi dari forum neo-Nazi. Studi peneliti Amerika Serikat juga mencatat, ensiklopedia berbasis AI itu kerap mengutip sumber yang meragukan.
“Kami memindai web untuk mencari spektrum sumber dan sudut pandang publik yang luas, namun tetap menerapkan filter keamanan guna menekan risiko munculnya tautan yang terkait dengan bahaya serius,” ujar juru bicara OpenAI kepada The Guardian.
OpenAI membela sistemnya dengan bilang mereka sudah pasang protokol perlindungan untuk jaga integritas konten. Tapi penjelasan itu tidak cukup meyakinkan mengingat rekam jejak Grokipedia yang penuh masalah.
Kasus ini membuka pertanyaan lebih besar tentang bagaimana model AI memilih sumber referensinya. Jika model sekaliber GPT-5.2 ternyata masih bergantung pada ensiklopedia yang kontroversial, seberapa jauh kepercayaan yang layak diberikan?
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: