Kabar Misbakhun Calon Ketua OJK, Rupiah Langsung Terpeleset

- Rupiah ditutup melemah 0,15 persen ke level Rp 16.779 per dolar AS pada Rabu (4/2/2026), dipicu ketidakakraban pasar dengan nama Misbakhun sebagai calon Ketua OJK
- Analis menilai pelaku pasar belum sepenuhnya menerima sosok Misbakhun, ditambah kekhawatiran terhadap data PDB kuartal IV-2025 dan persoalan IHSG MSCI yang belum tuntas
- Mayoritas mata uang Asia ikut tertekan, yen Jepang melemah paling dalam 0,44 persen, sementara hanya baht Thailand yang menguat 0,24 persen
, Jakarta – Rupiah terus tertekan hingga penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026). Data Bloomberg menunjukkan mata uang Indonesia diperdagangkan di level Rp 16.779 per dolar AS, melemah 0,15 persen dibandingkan penutupan Selasa kemarin di posisi Rp 16.754.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tercatat di Rp 16.775.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh minimnya keakraban pasar dengan nama Misbakhun yang disebut-sebut akan menjabat Ketua OJK.
“Memang sampai saat ini pelaku pasar tidak terlalu welcome nama Misbakhun, seperti halnya pjs Friderica Widyasari,” kata Lukman.
Ketidakpastian di pasar ekuitas Indonesia masih membebankan rupiah. Apalagi, pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 yang akan dirilis besok diperkirakan bisa membuat rupiah bertahan lama dalam tekanan.
“Selain itu ada antisipasi data PDB Indonesia yang lebih lemah besok. Masalah IHSG MSCI akan terus membebani minggu depan,” tambah Lukman.
Misbakhun, yang kini menjabat Ketua Komisi XI DPR RI, belakangan ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat pengganti Mahendra Siregar di OJK. Namanya mencuat di tengah berbagai isu yang mendera pasar modal Indonesia, mulai dari kasus saham gorengan hingga ancaman penurunan status IHSG oleh MSCI.
Pasar tampaknya mempertanyakan pengalaman dan rekam jejak Misbakhun di sektor jasa keuangan. Kekhawatiran ini langsung tercermin pada pergerakan rupiah yang tak bisa menahan laju pelemahan.
Mata uang Asia lain juga ikut tertekan. Yen Jepang menjadi yang paling dalam melemah dengan koreksi 0,44 persen. Disusul won Korea Selatan yang turun 0,28 persen, dolar Taiwan 0,12 persen, peso Filipina 0,1 persen, rupee India 0,05 persen, dan dolar Singapura 0,03 persen.
Sementara ringgit Malaysia turun 0,08 persen dan yuan China melemah 0,03 persen.
Hanya baht Thailand yang mencatatkan penguatan signifikan dengan naik 0,24 persen terhadap dolar AS.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: