Al-Uswah Pamekasan Adakan Sekolah Orang Tua, Fokus pada Tiga Bidang Unggulan

- Yayasan Al-Uswah Pamekasan gelar Sekolah Orang Tua dengan narasumber Prof. Dr. KH. Tulus Musthofa, dihadiri ratusan wali murid dan pejabat daerah
- Al-Uswah berinovasi pada tiga bidang: sain dan matematika, linguistik berbasis bahasa Inggris-Arab, serta teknologi dengan kurikulum coding AI dan robotik
- Yayasan yang memiliki 450 siswa aktif berencana membuka SMA, perguruan tinggi, dan menargetkan toilet terbersih se-Pamekasan
, PAMEKASAN – Yayasan Al-Uswah Pamekasan kembali menggelar Sekolah Orang Tua dengan tema “Etika Pendidikan yang Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas” di gedung Bakorwil Pamekasan, Minggu, 1 Februari 2026. Acara yang dihadiri ratusan wali murid ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Tulus Musthofa, LC., MA sebagai narasumber utama.
Turut hadir Kabid SD Disdikbud Pamekasan dan Hj. Ansari, anggota DPR RI Komisi VIII.
Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf mengatakan agenda tahunan ini sudah berjalan sejak 2018. Tujuannya memberikan edukasi kepada orang tua, guru, hingga masyarakat umum tentang pola asuh yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Alhamdulillah antusias dan apresiasi dari wali murid sangat luar biasa, karena mereka berkesempatan mendapatkan edukasi parenting atau seputar pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Utsman Sayyaf saat diwawancarai di sela acara.
Al-Uswah kini memiliki ribuan alumni dan 450 siswa aktif dari jenjang PAUD hingga SMP. Kedepan, yayasan berencana membuka jenjang SMA, perguruan tinggi, bahkan lembaga profesional lainnya.
Utsman menyebut sekolahnya tengah berinovasi pada tiga bidang sejak tahun ajaran 2025. Sain dan matematika menjadi bidang pertama yang sudah mulai mencetak siswa juara di berbagai lomba. Bidang kedua adalah linguistik, dengan kurikulum berbasis bahasa Inggris dan Arab yang sedang dijajaki kerja sama dengan lembaga internasional di Arab Saudi.
“Di Sain dan Matematika kita sudah mulai mencetak siswa-siswi unggulan yang juara di beberapa kegiatan lomba,” ujarnya.
Bidang ketiga adalah teknologi, yang mencakup pendidikan coding berbasis artificial intelligence. Ke depan, yayasan menargetkan penambahan program robotik, ekonomi digital, dan pasar modal.
Utsman juga menggagas target unik untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah. Al-Uswah bertekad memiliki toilet terbersih di Pamekasan, bahkan se-Kabupaten Pamekasan.
Enggariana, wali murid kelas 1A, mengaku sudah tiga kali mengikuti acara Sekolah Orang Tua. Dia merasa program ini sangat menginspirasi dan bermanfaat bagi para orang tua yang terkadang lelah dengan rutinitas harian.
“Sebagai orang tua kadang-kadang semangat kita naik turun karena juga lelah beraktivitas sehingga dengan mengikuti acara ini kita seperti di remind kembali atau disemangati lagi,” ucapnya.
Kepala Bidang Disdikbud Pamekasan, Taufik Hidayat memberikan apresiasi atas upaya Yayasan Al-Uswah. Menurutnya, acara seperti ini masih sangat jarang dilakukan oleh sekolah lain di Pamekasan.
“Saya sangat mengapresiasi lembaga Al-Uswah, agenda ini satu-satunya di Pamekasan. Semoga menjadi contoh bagi lembaga lain,” ujarnya.
Hj. Ansari yang juga mantan pengajar di Al-Uswah selama 14 tahun turut senang melihat perkembangan yayasan ini. Sebagai anggota DPR RI Komisi VIII, dia menilai Al-Uswah kini lebih adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.
“Saya selaku bagian dari Al-Uswah turut senang dengan adanya Sekolah Orang Tua, ini tidak banyak dilakukan oleh sekolah lain,” tegas perempuan yang pernah mengabdi di lembaga tersebut.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: