Bangun Data Center AI di Banyak Lokasi, Microsoft Pastikan Warga Tak Bayar Listrik Lebih Mahal

- Microsoft berjanji tagihan listrik warga tidak akan naik akibat pembangunan pusat data AI dengan menanggung sendiri biaya listrik tambahan melalui kerja sama dengan perusahaan utilitas lokal.
- Perusahaan juga komitmen ciptakan lapangan kerja dan kurangi penggunaan air, meski masih dipertanyakan apakah pekerjaan yang tercipta bersifat jangka panjang dan banyak.
- Lebih dari 140 kelompok aktivis di 24 negara bagian AS menentang proyek pusat data, Microsoft bahkan membatalkan rencana di Wisconsin dan menghadapi protes di Michigan akibat penolakan warga.
, AMERIKA – Microsoft kembali mengumumkan rencana ambisius untuk membangun sejumlah pusat data baru guna mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Meskipun mendapat banyak penolakan dari masyarakat dalam setahun terakhir, perusahaan teknologi raksasa ini tetap melanjutkan ekspansi dengan pendekatan yang mereka sebut sebagai pembangunan “berbasis komunitas”.
Pengumuman ini sebenarnya bukan hal baru. Tahun lalu, Microsoft sudah menyatakan akan menginvestasikan miliaran dolar untuk memperluas kapasitas AI. Namun, yang membedakan kali ini adalah janji-janji spesifik terkait dampak pembangunan pusat data terhadap masyarakat sekitar.
Microsoft menyatakan ingin menjadi tetangga yang baik di wilayah tempat pusat data mereka dibangun dan dioperasikan. Salah satu komitmen utamanya adalah memastikan tagihan listrik warga tidak naik akibat kehadiran pusat data tersebut. Microsoft mengatakan akan menanggung sendiri biaya listrik tambahan yang mereka gunakan.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Microsoft akan menjalin kerja sama dengan perusahaan listrik lokal serta pemerintah daerah. Tujuannya agar tarif yang mereka bayarkan benar-benar mencerminkan beban yang mereka berikan pada jaringan listrik. Dengan demikian, biaya operasional pusat data tidak akan dibebankan kepada pelanggan rumah tangga.
“Kami akan bekerja sama erat dengan perusahaan utilitas yang menetapkan harga listrik dan komisi negara bagian yang menyetujui harga tersebut,” kata Microsoft, dikutip dari Tech Crunch Rabu (14/1/2026).
Selain soal listrik, Microsoft juga berjanji akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan mengurangi penggunaan air. Pusat data sering dikritik karena menghabiskan air dalam jumlah besar dan berpotensi merusak lingkungan.
Meski begitu, janji terkait penggunaan air dan penciptaan lapangan kerja masih menjadi perdebatan. Banyak pihak mempertanyakan apakah pekerjaan yang tercipta benar-benar banyak dan bersifat jangka panjang.
Alasan Microsoft membuat komitmen-komitmen ini cukup jelas. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan pusat data menjadi isu sensitif dan sering memicu penolakan warga. Bahkan, tercatat ada lebih dari 140 kelompok aktivis di 24 negara bagian Amerika Serikat yang menentang proyek pusat data.
Dampaknya sudah dirasakan langsung oleh Microsoft. Pada Oktober lalu, mereka membatalkan rencana pembangunan pusat data di Wisconsin karena penolakan warga. Di Michigan, rencana serupa juga memicu aksi protes. Di Ohio, media setempat bahkan menyalahkan Microsoft dan perusahaan teknologi lain atas dampak perubahan iklim.
Isu ini juga menarik perhatian pemerintah pusat. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Microsoft harus melakukan perubahan besar agar warga Amerika tidak menanggung biaya listrik akibat konsumsi energi pusat data. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran publik telah sampai ke tingkat nasional.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: