Banyuwangi Bagikan 2.026 Bibit Pohon Gratis dalam Gerakan Sedekah Oksigen

- Bagikan 2.026 bibit gratis: Pemkab Banyuwangi dan Perhutani KPH Banyuwangi Raya membagikan 2.026 bibit pohon produktif seperti alpukat, durian, sirsak, dan salam kepada pengendara yang melintas di Jalan Jaksa Agung Suprapto pada Senin (5/1/2026).
- Program sejak 2016 dengan jutaan pohon: Gerakan Sedekah Oksigen berjalan masif sejak 2016, telah menanam jutaan pohon termasuk 24 juta bibit dalam periode 2010-2015, kini diperkuat kebijakan ASN dan PPPK wajib donasi bibit saat naik pangkat.
- Dampak positif pada kualitas udara: Program melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat secara serentak di tujuh kota Jatim, terbukti meningkatkan kualitas udara Banyuwangi dengan kadar CO dan NO2 jauh di bawah ambang batas.
, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Raya menggelar aksi peduli lingkungan melalui pembagian ribuan bibit pohon secara gratis kepada masyarakat pada Senin (5/1/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan Sedekah Oksigen ini berlangsung di depan Kantor Perhutani, Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Sebanyak 2.026 bibit pohon dibagikan langsung kepada para pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Jenis bibit yang disalurkan merupakan tanaman produktif dan kehutanan, seperti alpukat, durian, sirsak, dan salam. Pemilihan jenis tanaman tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis Banyuwangi sehingga dapat tumbuh di hampir seluruh wilayah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari. Para pengendara dengan sukarela memperlambat laju kendaraan untuk menerima bibit pohon yang dibagikan. Wiwin, salah seorang warga penerima bibit, mengungkapkan kegembiraannya mendapat bibit sirsak dan durian yang rencananya akan ditanam di halaman rumah.
“Senang sekali, dapat bibit pohon sirsak dan durian. Nanti akan saya tanam di halaman rumah,” ujar Wiwin.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas dukungan berkelanjutan terhadap gerakan Sedekah Oksigen. Ia berharap program ini berdampak pada lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekosistem Banyuwangi.
“Terima kasih kepada Perhutani yang terus mengawal gerakan sedekah oksigen ini. Semoga berdampak pada lingkungan yang lebih sehat, ekonomi masyarakat, dan ketahanan ekosistem Banyuwangi,” kata Mujiono.
Mujiono menjelaskan bahwa gerakan Sedekah Oksigen telah dijalankan secara masif sejak 2016 sebagai upaya membangun budaya menanam pohon secara berkelanjutan. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif penanaman pohon yang sudah digagas sejak 2010 oleh Bupati Abdullah Azwar Anas.
Sejak program diluncurkan, jutaan pohon telah ditanam di berbagai wilayah Banyuwangi. Dalam kurun waktu lima tahun pertama (2010-2015), tercatat sedikitnya 24 juta bibit berbagai jenis pohon berhasil ditanam di seluruh penjuru Banyuwangi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Hingga saat ini, Pemkab Banyuwangi terus memasifkan gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan inovatif. Salah satunya, mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang naik pangkat untuk menyumbang satu bibit pohon. Kebijakan ini mendapat respons positif dari para pegawai pemerintah.
Selain itu, pada penghujung 2025 lalu, sebanyak 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru diangkat turut mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur atas pengangkatan sebagai ASN. Aksi kolektif ini menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di kalangan pegawai negeri.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, menyebut kegiatan pembagian bibit ini sebagai wujud sinergi nyata antara Perhutani dan Pemkab Banyuwangi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya penghijauan.
“Ini bagian dari gerakan Sedekah Oksigen yang sudah berjalan sejak 2016. Kami ingin melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya penghijauan,” ujar Mukhlisin.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, menambahkan bahwa kegiatan positif ini bertujuan untuk kelestarian alam dan lingkungan. Dalam beberapa waktu ke depan, pohon-pohon yang ditanam akan menjadi penghasil oksigen, mencegah erosi dan longsor, menahan angin, menjaga tata air, serta menjaga kesuburan tanah.
“Kami berharap masyarakat juga turut menjaga dan melestarikan alam dengan menanam pohon karena kelestarian alam dan lingkungan sekitar menjadi tanggung jawab kita bersama,” tambah Wahyu.
Kegiatan pembagian bibit pohon ini juga merupakan program kerja Kepala Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur untuk mendukung gerakan sedekah oksigen di tujuh kabupaten/kota wilayah Perhutani Divre Jatim. Program serupa dilaksanakan secara serentak di beberapa kota di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro, Madiun, Kediri, Surabaya, Malang, Jember, dan Blitar.
Selain membagikan bibit kepada warga, Perhutani juga rutin melakukan penanaman kembali di kawasan hutan. Sepanjang 2025, sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu telah ditanam di wilayah KPH Banyuwangi Raya sebagai upaya mempertahankan tutupan hutan dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Program Sedekah Oksigen mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, serta organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dampak positif dari gerakan Sedekah Oksigen juga terlihat dari hasil pengukuran kualitas udara di Banyuwangi. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2) berada jauh di bawah ambang batas, yang mengindikasikan meningkatnya kualitas udara dan semakin bersihnya udara yang dihirup masyarakat Banyuwangi.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: