BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat untuk Jawa dan Nusa Tenggara Hari Ini

- BMKG memperingatkan hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan NTT akibat pengaruh Siklon Tropis Penha dan Mitchell
- Siklon Mitchell diprediksi naik ke kategori 3 dalam 24 jam, meningkatkan risiko cuaca ekstrem di Indonesia bagian selatan
- Hujan petir diperkirakan terjadi di tujuh kota besar termasuk Surabaya, Banjarmasin, dan Kupang sepanjang hari
, Jakarta – BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan NTT pada Minggu ini. Hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi mengguyur sejumlah daerah akibat pengaruh dua siklon tropis yang masih aktif di kawasan regional.
Siklon Tropis Penha yang tengah melemah di Filipina tengah tetap memberi dampak pada pola angin di Indonesia. Sementara itu, Siklon Tropis Mitchell yang menguat di perairan barat Australia mulai menciptakan zona konvergensi di wilayah selatan dan timur.
“Kedua sistem ini membentuk area pertemuan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” ungkap BMKG dalam laporannya.
Mitchell kini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 50 knot. Dalam 24 jam ke depan, siklon ini diprakirakan naik ke kategori 3, memperbesar risiko cuaca buruk di Indonesia bagian selatan.
Empat provinsi masuk dalam daftar awas: Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan NTT. BMKG meminta warga di wilayah tersebut bersiap menghadapi banjir, genangan, hingga longsor yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di kota-kota besar, pola cuaca cukup beragam. Pekanbaru, Bandar Lampung, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, dan Kupang diprediksi akan diguyur hujan disertai petir sepanjang hari.
Medan, Palembang, Bengkulu, Denpasar, dan Merauke kemungkinan mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara Banda Aceh, Pontianak, Padang, dan Palu akan berawan tebal atau berkabut.
Beberapa wilayah seperti Jambi juga berpotensi mengalami petir, sedangkan Palangkaraya dan Tanjung Selor hanya akan mendapat siraman ringan.
Yang menarik, cuaca hari ini menggambarkan betapa cepatnya perubahan atmosfer bisa terjadi hanya dalam hitungan jam. Dua siklon yang berbeda posisi mampu menciptakan skenario cuaca yang rumit di hampir seluruh nusantara.
Warga disarankan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan disertai petir. Jarak pandang di beberapa kota seperti Palu juga bisa terganggu akibat kabut tebal.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: