BPS Catat Angka Kemiskinan Pamekasan Turun Menjadi 12,77 Persen, Terendah di Madura

- BPS Pamekasan mencatat angka kemiskinan turun dari 13,44 persen (2024) menjadi 12,77 persen (2025), menjadikan Pamekasan kabupaten dengan kemiskinan terendah di Madura.
- Capaian ini hasil kerja kolaboratif lintas sektor dengan pendataan akurat menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, sementara kabupaten lain di Madura masih di atas 17 persen.
- Indeks keparahan kemiskinan turun drastis dari 1,17 menjadi 0,24, dengan target pemerintah menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit (di bawah 10 persen) di masa depan.
, PAMEKASAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan mencatat angka kemiskinan mengalami penurunan dari 13,44 persen pada tahun 2024 menjadi 12,77 persen pada tahun 2025. Penurunan tersebut dinilai sebagai hasil dari kerja bersama berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala BPS Pamekasan, Parsad Pamungkas, menjelaskan bahwa penentuan angka kemiskinan dilakukan dengan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Artinya, pengukuran tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan data yang dikumpulkan melalui metode dan mekanisme yang terstandar serta diawasi secara ketat.
“Untuk mengukur garis kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Data yang dikumpulkan bukan asal-asalan, tetapi melalui proses yang terjamin kualitasnya dan dikawal secara maksimal,” ujar Parsad.
Ia menambahkan, penurunan angka kemiskinan tersebut menunjukkan bahwa Pamekasan kini menjadi kabupaten dengan angka kemiskinan terendah di wilayah Madura. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari penggunaan mekanisme pendataan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hal ini menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten dengan angka kemiskinan terendah di Madura, karena kami menggunakan mekanisme tertentu yang menjamin kualitas data,” katanya.
Sebagai perbandingan, Kabupaten Sumenep mencatatkan angka kemiskinan sebesar 17,02 persen, disusul Bangkalan sebesar 18,25 persen, dan Sampang yang masih berada di angka 20,61 persen. Meskipun secara rata-rata Pamekasan masih berada di atas angka kemiskinan Jawa Timur, namun performa di tingkat regional Madura menunjukkan tren yang sangat positif.
Parsad menegaskan bahwa kemiskinan merupakan persoalan bersama yang harus ditangani secara serius oleh semua pihak.
“Kemiskinan itu musuh kita semua. Kalau kemiskinan adalah orang, maka banyak orang yang akan membunuhnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat, mengakui adanya keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.
Selain penurunan persentase, indeks keparahan kemiskinan di Pamekasan juga mengalami perbaikan yang signifikan. Angka keparahan yang sebelumnya berada di 1,17 kini turun drastis menjadi 0,24.
Pihak BPS dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan optimistis dapat terus menurunkan angka kemiskinan di masa mendatang.
“Kami berharap ke depan angka kemiskinan di Pamekasan bisa satu digit, artinya di bawah 10 persen,” pungkasnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: