TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Bursa Tumbang, Kursi Menteri Mulai Bergeser

Poin Penting (3)
  • IHSG anjlok akibat tekanan MSCI, pemerintah gelar rapat darurat bahas strategi pemulihan pasar modal
  • OJK putuskan naikkan batas minimal saham publik dari 7,5% menjadi 15% untuk penuhi permintaan MSCI
  • Isu reshuffle kabinet menguat setelah Thomas Djiwandono dilantik jadi Deputi Gubernur BI, Juda Agung diprediksi jadi Wamenkeu pengganti

Resolusi.co, Jakarta – Bursa Efek Indonesia kembali mencatatkan penurunan drastis akibat tekanan dari Morgan Stanley Capital International. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok hingga memicu trading halt untuk kedua kalinya dalam dua hari terakhir.

Pemerintah langsung menggelar pertemuan darurat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berkumpul di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (29/1). Mereka membahas strategi penyelamatan pasar modal yang terus tertekan investor asing.

Airlangga menyebut ada dua faktor utama di balik jebloknya IHSG. Pertama, tekanan teknikal dari MSCI yang mengancam akan menurunkan bobot saham Indonesia dalam indeks global. Kedua, masalah struktural terkait ketentuan free float atau kepemilikan saham publik yang dianggap terlalu rendah.

“BEI perlu evaluasi, lihat apa yang diminta MSCI,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1).

Otoritas Jasa Keuangan memutuskan menaikkan batas minimal saham publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan langkah ini respons atas masukan MSCI, meski pihaknya yakin pasar modal Indonesia tetap menarik bagi investor internasional.

Tapi di tengah gejolak pasar, isu reshuffle kabinet justru menguat.

Pelantikan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia meninggalkan kursi Wakil Menteri Keuangan kosong. Mensesneg Prasetyo Hadi mengakui Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji pengisian kembali posisi itu.

“Belum dibahas, kan belum selesai proses jadi deputi gubernur BI. Harus tunggu dulu,” ujar Prasetyo.

Namun sinyal perombakan lebih kuat datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia memberi kode bahwa wakil menteri keuangan baru akan dilantik pekan depan.

Nama yang paling kencang beredar: Juda Agung, mantan Deputi Gubernur BI yang mundur 13 Januari lalu. Purbaya tidak menampik rumor skema tukar guling antara otoritas fiskal dan moneter.

“Kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya. Saya sudah ketemu dengan beliau dan kelihatannya dia calon yang kuat,” ungkap Purbaya.

Saat ekonomi tertekan dan pasar modal bergejolak, pemerintah justru disibukkan oleh pergantian pejabat. Investor domestik dan asing menunggu kepastian kebijakan, bukan sekadar rotasi kursi kekuasaan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mencoba menenangkan. Dia menegaskan semua konsolidasi ekonomi berjalan di bawah arahan langsung Presiden Prabowo.

“Seluruhnya tentunya berjalan dengan arahan langsung dari Kepala Negara,” kata Teddy.

Tapi pertanyaannya, apakah arahan itu akan cukup cepat untuk menyelamatkan kepercayaan pasar yang terus merosot?