Danantara Siap Jadi Liquidity Provider, Begini Strateginya Masuk Bursa

- OJK mengungkapkan Danantara akan masuk pasar modal sebagai liquidity provider melalui sekuritas BUMN seperti Mandiri Sekuritas atau BRI Sekuritas untuk meningkatkan likuiditas bursa
- CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan lembaga pengelola investasi ini terbuka berinvestasi pada semua kelas aset dengan mempertimbangkan return, dampak ekonomi, dan kontribusi pada industri
- Rencana ini muncul di tengah volatilitas bursa Indonesia yang mengalami tekanan akibat isu rebalancing indeks MSCI
, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan membuka suara terkait rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara yang akan masuk ke industri pasar modal. Danantara dikabarkan berminat menjadi penyedia likuiditas atau liquidity provider.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan Danantara akan masuk melalui perusahaan sekuritas milik BUMN.
“Ada sekuritas (milik BUMN) bisa Mandiri Sekuritas atau BRI Sekuritas, tapi tidak langsung tapi melalui anak-anak perusahaan,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (29/1/2026).
Inarno menyebut langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar modal. Dengan memanfaatkan sekuritas BUMN yang sudah ada, Danantara tidak perlu mendirikan entitas baru.
“Saya rasa Danantara kalau meningkatkan liquidity bisa melalui liquidity provider,” tambahnya.
Chief Executive Officer Daya Anagata Nusantara Rosan Roeslani sebelumnya menyatakan Danantara akan berinvestasi pada semua kelas aset yang beragam sesuai dengan kriteria yang telah disusun.
“Kita kan benar-benar bisa investasi in all different asset classes ya, mau private (company), mau public (company), selama kriterianya (sesuai),” katanya di JCC Senayan Jakarta
Rosan mengatakan ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam menentukan keputusan investasi. Mulai dari keuntungan, potensi, hingga kontribusi pada perekonomian.
“Baik itu dari segi return, dari segi pekerjaan, dari segi mendorong ekspor, dari segi dampak positif ke industri lainnya. Jadi ada berbagai kriteria, yang selama itu bisa dipenuhi, ya kita benar-benar terbuka untuk investasi,” ungkapnya.
Liquidity provider adalah lembaga atau perusahaan yang berperan menyediakan likuiditas di pasar dengan cara siap membeli atau menjual saham secara terus-menerus. Kehadiran mereka penting untuk menjaga kelancaran transaksi dan menjaga spread harga tetap ketat.
Rencana Danantara masuk sebagai liquidity provider muncul di tengah volatilitas bursa saham Indonesia yang sempat mengalami penurunan tajam akibat isu rebalancing indeks MSCI.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: