TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Gus Ipul Beberkan Master Plan 500 Sekolah Rakyat: Tak Ada Ampun untuk Sogok-Menyogok!

Poin Penting (3)
  • Mensos Gus Ipul beberkan strategi bangun minimal 100 Sekolah Rakyat permanen per tahun untuk capai target 500 sekolah tahun 2029 melalui sinergi dengan Kementerian PU, pemda, dan swasta
  • Program khusus untuk anak keluarga tidak mampu Desil 1-2 berdasarkan DTSEN, Gus Ipul tegas larang suap-menyuap, sogok-menyogok, dan titipan dalam proses seleksi siswa untuk pastikan tepat sasaran
  • Saat ini 166 SR rintisan sudah beroperasi di 34 provinsi tampung 15.945 siswa dengan 2.218 guru dan 4.889 tendik, pembangunan 104 SR permanen dimulai tahun ini, target akhir 500 sekolah tampung 500.000 siswa 2029

Resolusi.co, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul membeberkan strategi untuk mencapai target 500 Sekolah Rakyat pada tahun 2029. Menurutnya, target ambisius yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat terwujud.

Dia menjelaskan Kementerian Sosial telah menjalin sinergi dengan berbagai kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan swasta untuk membangun 100 Sekolah Rakyat permanen tiap tahun.

“Minimal ya. Kalau 100 [sekolah] setiap tahun berarti kan tahun ini 100, tahun depan 100, tahun berikutnya 100. Jadi bisa tercapai itu harapan Bapak Presiden itu. Dan untuk itulah, kami koordinasi dengan Kementerian PU,” ujarnya seperti dilansir laman resmi Kemensos, Kamis (15/1/2026).

Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat tersebar di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Setiap sekolah akan menampung 1.000 murid dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Gus Ipul mengatakan seiring dengan pembangunan gedung sekolah permanen, Kemensos akan menyiapkan seleksi siswa, guru, tenaga kependidikan serta operasional yang dibutuhkan.

Para murid yang nantinya mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik curang dalam proses perekrutan siswa-siswi.

“Yang penting adalah yang bisa sekolah di sini adalah (anak-anak) dari keluarga yang paling tidak mampu. Dan itu tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh sogok-menyogok, tidak boleh ada titipan-titipan. Itu enggak boleh ya, memang harus mereka yang layak memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di sini,” tegas Gus Ipul.

Pernyataan tegas Mensos ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang sangat membutuhkan. Seleksi yang ketat dan transparan menjadi kunci agar program ini tidak disalahgunakan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan telah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat permanen sebanyak 500 unit sampai pada tahun 2029.

Hal itu dia sampaikan saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat rintisan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru di area Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai,” ujar Prabowo.

Prabowo juga berharap program yang digagasnya ini mampu menjadi langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem antargenerasi.

“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya tahun 2029 bahwa mereka yang berada di kemiskinan ekstrem Desil 1 dan 2 bisa kita ubah nasibnya, kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” ungkap Prabowo.

Dengan target 500 sekolah yang masing-masing menampung 1.000 siswa, maka total akan ada 500.000 anak dari keluarga miskin yang mendapatkan akses pendidikan berkualitas hingga tahun 2029. Ini merupakan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pada tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi dan tersebar di 34 provinsi. Rinciannya, Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.

Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 15.945 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (Tendik).

Seiring beroperasinya Sekolah Rakyat rintisan, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga sudah dimulai di 104 titik lokasi. Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.

Strategi pembangunan 100 sekolah permanen per tahun menunjukkan percepatan yang signifikan dari 166 sekolah rintisan yang dibangun pada tahun pertama. Ini menandakan keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program prioritas ini.

Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memastikan pembangunan infrastruktur sekolah berjalan sesuai standar dan tepat waktu. Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak termasuk swasta akan mempercepat realisasi target.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem. Dengan memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin, diharapkan mereka dapat memiliki masa depan yang lebih baik.

Selain gedung dan fasilitas, aspek penting lainnya adalah kualitas pengajaran dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya memberikan pendidikan akademis, tetapi juga keterampilan hidup dan pembinaan karakter yang kuat.

Sistem asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan siswa dari mulai makan, pakaian, hingga perlengkapan sekolah ditanggung sepenuhnya oleh negara. Ini menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menghalangi anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.