Hemat Rp308 Triliun, Begini Cara Prabowo Alihkan Dana ke Makan Gratis

- Prabowo mengklaim hemat Rp308 triliun dari APBN tahun pertama pemerintahannya dengan memangkas anggaran tidak produktif seperti perjalanan dinas, seminar, dan kajian-kajian yang dinilai kurang perlu.
- Dana hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk program produktif seperti Program Makan Bergizi Gratis yang diklaim telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga di berbagai daerah.
- Pernyataan disampaikan dalam sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara yang dihadiri jajaran menteri dan petinggi Danantara sebagai upaya meyakinkan pasar.
- Sonnet 4.5
, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah menghemat anggaran negara sebesar Rp308 triliun. Dana hasil efisiensi tersebut dialihkan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis dan program prioritas lainnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara pada Jumat (14/2/2026).
“Kebijakan fiskal saya buktikan, saya bisa laksanakan efisiensi penghematan yang sangat besar di tahun pertama kita, hemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih,” kata Prabowo.
Penghematan itu diperoleh dengan memangkas anggaran yang dinilai tidak produktif.
“Uang yang habis untuk hal-hal tidak produktif dialihkan ke produktif. Dialihkan semua, seperti perjalanan luar negeri, seremoni-seremoni tidak perlu, seminar, FGD, kajian-kajian, analisa-analisa. Tidak perlu banyak kajian analisa, kekurangan infrastruktur, lakukan, rakyat lapar cari pangan,” jelasnya.
Prabowo mengklaim program MBG yang didanai dari efisiensi anggaran telah mendorong konsumsi rumah tangga setelah berjalan satu tahun.
Ia mengatakan telah mendapat laporan dari sejumlah kepala daerah, termasuk gubernur dan bupati, yang menyebut kebijakan pemerintah baru ini memberikan dampak positif.
“Setelah kita kerja satu tahun mulai berapa hari minggu ini saya dapat laporan dari kepala daerah, beberapa gubernur bupati sekarang mereka melihat dampak riil dari berbagai kebijakan kita,” ujarnya.
Menurut laporan kepala daerah tersebut, konsumsi rumah tangga di berbagai wilayah telah meningkat. Klaim ini dikonfirmasi oleh pelaku usaha dalam negeri.
Sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 digelar sebagai upaya pemerintah meyakinkan pasar. Sejumlah menteri koordinator hadir dalam acara tersebut, mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Menko Kumham Imipas Yusril Irza Mahendra.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menaker Yassierlie, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana, dan Menkop Ferry Juliantoro juga hadir.
Jajaran petinggi Danantara turut menghadiri acara tersebut, termasuk CEO Rosan Roeslani, CIO Pandu Sjahrir, dan COO Dony Oskaria.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: