Insiden Penembakan Mobil Pikap di Papua, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan KKB

- Sebuah pikap yang ditumpangi tiga orang ditembaki orang tak dikenal di jalur KM 7, Kampung Maroku, Papua; tidak ada korban jiwa dilaporkan.
- Polisi menduga aksi itu terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
- Aparat segera menindaklanjuti laporan warga dan mengamankan lokasi guna memastikan keselamatan publik.
, Papua — Polisi tengah menyelidiki kejadian di Papua di mana sebuah kendaraan pikap yang melintas ditembaki oleh orang tidak dikenal pada Minggu pagi. Peristiwa terjadi di jalur KM 7, Kampung Maroku, dan melibatkan tiga penumpang.
Dari laporan awal, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut meski tembakan mengenai mobil yang mereka kendarai sekitar pukul 07.30 WIT. Aparat segera bergerak setelah menerima informasi dari warga.
Brigjen Faizal Ramadhani yang memimpin Operasi Damai Cartenz 2026 menjelaskan bahwa aparat cepat merespons laporan tersebut untuk mengamankan lokasi. “Kami tidak ingin masyarakat hidup dalam rasa takut saat beraktivitas,” ujar Brigjen Faizal.
Menurut penuturan Faizal, polisi kini giat mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengetahui siapa pelaku penembakan ini. Belum ada konfirmasi resmi terkait motif atau dalang di balik serangan tersebut.
Kendaraan pikap yang jadi target dikemudikan oleh Abdul Kadir (42) dengan dua penumpang, yaitu Peres Kusa (23) dan Luktar Pasomba (46). Ketiganya melihat kelompok bersenjata saat melintas sebelum suara tembakan terdengar.
Aparat menilai kejadian ini berpotensi terkait dengan aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sebelumnya dilaporkan aktif di wilayah sekitar Logpon dan jalur KM 7.
Meski begitu, hingga kini polisi belum memastikan identitas pelaku maupun kelompok yang bertanggung jawab. Tim penyelidik masih bekerja untuk mengungkap fakta di balik tembakan itu dan mengamankan jalur bagi warga.
Kapolri juga diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan resmi setelah hasil pemeriksaan awal rampung. Langkah ini diambil untuk menenangkan masyarakat sekaligus memberi kejelasan hukum terkait insiden bersenjata ini.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: