TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Kondisi Geologis Unik Tambang Kalimantan, Batu Bara di Kedalaman Tiga Meter

Poin Penting (3)
  • Netizen membagikan video aktivitas tambang batu bara di Kalimantan yang menarik perhatian karena material batu bara ditemukan pada kedalaman kurang dari tiga meter, menunjukkan lapisan penutup (overburden) yang sangat tipis.
  • Karakteristik geologis dengan rasio kupas rendah ini dianggap ideal dalam industri pertambangan karena memudahkan proses penambangan, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi produksi.
  • Video yang diunggah dengan tagar #batubara dan #kalimantan memicu beragam respons publik, dari kekaguman terhadap kecepatan penemuan batu bara hingga pertanyaan tentang aspek lingkungan dan keberlanjutan aktivitas tambang.

Resolusi.co, JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan aktivitas penambangan galian batu bara di Kalimantan menjadi viral di media sosial. Video tersebut menarik perhatian luas karena memperlihatkan kondisi geologis yang tidak lazim di lokasi tambang.

Dalam rekaman yang dibagikan netizen tersebut, tampak material batu bara muncul di permukaan setelah tanah digali pada kedalaman yang relatif dangkal, kurang dari tiga meter.

Kondisi ini menunjukkan keberadaan seam atau lapisan batu bara yang sangat dekat dengan permukaan tanah.

Secara geologis, karakteristik lapisan batu bara yang dangkal ini mengindikasikan adanya lapisan penutup atau overburden yang tipis.

Rasio kupas yang rendah, yakni perbandingan antara volume tanah penutup yang harus dibuang dengan volume batu bara yang dapat ditambang, menjadi ciri khas lokasi tersebut.

Dalam industri pertambangan, kondisi geologis semacam ini umumnya dianggap sangat ideal. Lapisan penutup yang tipis memudahkan proses penambangan karena tidak memerlukan pengupasan tanah dalam jumlah besar.

Keunggulan lainnya adalah penekanan biaya operasional yang signifikan. Dengan rasio kupas rendah, perusahaan tambang tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membuang material penutup sebelum mencapai lapisan batu bara.

Efisiensi produksi juga meningkat karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai material bernilai ekonomis menjadi lebih singkat. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tambang secara keseluruhan.

Meski demikian, tidak mengherankan jika temuan semacam ini kerap memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang takjub melihat betapa cepatnya batu bara dapat ditemukan di wilayah tersebut, sementara yang lain mempertanyakan aspek lingkungan dan keberlanjutan dari aktivitas penambangan.

Video yang diunggah oleh akun tt/rusdieshienra tersebut dilengkapi dengan tagar #batubara dan #kalimantan, semakin memperluas jangkauan diskusi publik tentang praktik penambangan di Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang atau perusahaan tambang terkait mengenai lokasi spesifik dan izin operasional dari aktivitas penambangan yang terekam dalam video viral tersebut.